Tahu gak, kenapa orang tua jaman now harus belajar parenting? Padahal orangtua jaman old, angkatan bapak ibu, kakek nenek kita, enggak pake belajar parenting, gak ikutan kelas pengasuhan juga, gak seminar sana sini dan anaknya banyak yang bisa jadi sukses…

Kalo kata abah Ihsan, ada 3 alesan kenapa orang tua jaman sekarang kudu banget belajar.

Yang pertama adalah perintah Allah. Ayat pertama yang diturunkan melalui Rasullullah SAW adalah IQRA. Surat Al-‘Alaq 1-5. Ayat pertama itu iqra, bacalah. Sejatinya membaca adalah belajar.

Alasan keduanya adalah perbedaan zaman (adanya kompetitor). Pada zaman dahulu, orang tua kita tidak punya kompetitor dalam mendidik anak-anaknya. Zaman “baheula” Tontonan televisi itu aman. Paling-paling hanya ada TVRI. Itu pun tidak semua orang punya.

Lanjut kita SD baru mulai ada channel swasta semacam RCTI, TPI, Indosiar, SCTV dan lain sebagainya. Tetapi konten yang disajikan kebanyakan masih aman ditonton anak. Internet juga baru ramai digunakan akhir 1999 itupun masih untuk kalangan terbatas. Dimana yang menjamur itu bukan wargame tapi cuman wartel alias warung telepon.

But di jaman now, orang tua punya begitu banyak kompetitor narasumber yang bertebaran disana-sini. Contohnya seperti internet. Dunia internet itu luas banget. Sebagian kecilnya itu seperti youtube dengan berbagai channelnya, media social dengan berbagai platformnya kayak facebook, instagram dan lain2. Serta ada TV dengan berbagai tayangannya.

Jika orang tua tidak belajar, bisa-bisa kalah nih sama para kompetitor yang sudah disebutkan diatas tadi. Bukan orang tua yang (istilahnya) “nginstall software kebaikan di diri anak, melainkan kompetitor ini yang nginstal software (naudzubillah) keburukan di diri anak.

Dan lanjut alasan terakhir kenapa kita sebagai orang tua jaman now harus belajar ilmu parenting adalah agar senantiasa punya peta dan “GPS anak” kemana anak-anak kita diarahkan. Bagaimana cara untuk sampai ke “tujuan”.

Bisa aja sih sampe tujuan walau ga punya peta atau GPS. Tapi… bukan tidak mungkin kita bakalan tersesat, nyasar dulu sebelum sampai tujuan kan…? Dan pasti sampai ke tujuannya bakalan lebih lama dengan effort yang lebih besar daripada kita punya panduan untuk mencapai tujuan. So, yes… we need to learn mommies soleha!

Kalo kita ngga belajar, akhirnya kita pake dua senjata pengasuhan orang tua tanpa ilmu. Yang pertama dengan trial and error. Dan yang keDua adalah pakai metode warisan alias metode pengasuhan orang tua kita dulu. Seperti yang udah dijelasin panjang lebar di atas barusan, padahal jaman udah berubah ya moms. Anak jaman dulu dimarahin dibentak pun tetep nurut sama orang tuanya. Anak jaman now dibentak dikit langsung drama. Mulai dari update sosmed, pembangkangan bahkan bisa sampe lapor KPAI. Hahaha… lebay emang, tapi kenyataan pahit sudah banyak terjadi kan.

Alhamdulillah pada Bulan Agustus 2018 lalu sekolah alam si sulung ngewajibin para orang tua murid untuk mengikuti seminar PSPA nya Abah Ihsan dengan tema “Yuk Menjadi Orang Tua Shalih, Sebelum meminta Anak Menjadi Shalih” Acaranya Full-Day 2 hari.Tempatnya di PRIME PARK Hotel Bandung. Acara berjalan cukup nyaman karena pihak penyelenggara yang bekerja sama dengan sekolah menyediakan day care khusus untuk balita dan anak selama acara seminar berlangsung.

Walau sudah sering baca blog atau artikel parenting, rasanya memang berbeda kalau ikut seminar pelatihan secara langsung. Disana kami berdua seperti direcharge. Banyak diminta untuk mengucapkan langsung janji kepada diri sendiri dengan menjadi orangtua yang shalih. Kalo kata abah “jadilah orang tua betulan, jangan kebetulan…” ceunah.

Serunya hadir di pelatihan semacam ini karena disana peserta bersama-sama mengafirmasi bahwa kita ga sendirian. Juga menekankan pada diri sendiri selaku orang tua bahwa mengasuh anak itu merupakan nikmat, bukan beban.

Sedikit tentang Abah Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari. Beliau merupakan praktisi parenting, penulis dari buku parenting berjudul ‘Sudahkan aku menjadi orangtua shalih’ dan buku-buku parenting lainnya. Direktur Auladi Parenting School, National Trainer untuk orangtua di lebih dari 60 kota di Indonesia. Bahkan sering diundang ke mancanegara juga. Sekarang Abah dan Istrinya sudah dikaruniai 6 anak.

Sementara segitu dulu aja ya sekilas review materi parentingnya. Kalau mau lengkap, ikutan aja PSPAnya :D Mengenai jadwal seminar parenting Abah kapan dan dimana, mommies-papis cukup Follow IG official Abah-nya aja ya.

Yang jelas pengalaman parenting ini sangat menggugah hati kami bukan hanya sebagai orang tua tetapi sebagai pasangan sehidup-sesurga juga. Karena pasangan bahagia otomatis akan melahirkan keluarga yang bahagia juga. Aamiinn… mudah-mudahan, InsyaAllah ya.

Terus menurutku sih Abah ini juga termasuk salah satu penggiat parenting gaya “fitrah based education” juga. Jadi InsyaAllah rekomen banget untuk diikuti seminarnya.

20 jam tuh kerasanya cuman 2 jam stand-up comedy liat Abah Ihsan sungguh sangat ALL-OUT dalam menyampaikan materi. Kami berdua selaku ortu (yang bisa dibilang skeptis sama pelatihan-seminar, etc) ini sukses dibikin ketawa terpingkal-pingkal hingga nangis tersedu-sedu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *






This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.