About Me

Punteuun~
Saya mau memperkenalkan diri dulu ya hehe.. (sekalian kita belajar bahasa Sunda dikit-dikit)
Nama saya Nita Puspitasari, biasa dipanggil Nita. Saya punya panggilan keren dari mantan pacar yang sekarang udah jadi suami, yaitu Chimod. Nama ini diabadikan (weis :p) pada salah satu brand pakaian yang saya punya (eta Chimod tea :D). Ceritanya biar so sweet gitu :D

Saya tinggal di Kabupaten Bandung. Pernah denger nama Baleendah ga? Tempat ini sering ada di berita televisi kalo saat musim hujan tiba loh! Iya, nama tempat tinggal saya adalah Baleendah. Meski terkenal dengan banjirnya, Alhamdulillah selama saya tinggal disana saya ga kebanjiran…

*kalau kebanjiran order sih sering*
Aamiin :D

Flashback dulu lah, siap-siap cemilan… :D
Waktu sekolah saya hanyalah anak biasa, sama sekali nggak menonjol di hadapan para guru. Dihadapan siswa-siswi pembully sih iyah… :(

(Curhat donk)

Sebenarnya dibully itu bukan berarti kita kekurangan, saya sadar dulu saya terlalu pendiam dan susah mengutarakan sesuatu secara verbal. Sehingga orang-orang yang membully saya ‘ketagihan’. Pulpen dan barang hilang karena diambil atau disembunyikan oleh mereka sudah sangat biasa. Hampir setiap hari saya selalu diolok-olok, tapi saya tak mengadukannya pada guru, saya juga tidak mengadu pada orang tua. Saya mencari cara agar bisa membeli barang yang baru. Salah satunya dengan menjadi ‘joki PR’ dan ‘joki potokopi’. Ini yang membuat saya tidak menyesal pernah menjadi korban bullying. Saya justru bersyukur, karena bully-lah yang membuat saya terus maju. Eh tapi bullying saat saya sekolah tak separah bullying yang sekarang sering beredar divideo-video itu loh! Dulu hal paling parah yang pernah saya terima hanyalah kehilangan tas sekolah beserta isinya. Para pembully saat itu menyembunyikan tas saya sehingga saya pulang kerumah tanpa membawa tas. Besoknya saat kesekolah saya kena marah guru karena mereka berfikir saya ini bodoh. “Kok tas sekolahnya bisa ada di tong sampah” begitu kata mereka. Andai waktu itu saya punya kekuatan untuk mengatakan yang sesungguhnya..

Ya udahlah, yang jelas karena bully-an saya merasa jadi lebih kuat saat mendengar pandangan negatif tentang diri saya dan keluarga. Di bully nggak masalah! Yang masalah itu kalau kita nggak berbuat apa-apa….

Waktu belajar, cuma ada dua pelajaran yang gurunya menganggap saya ada, (hihi *karunya teuing). Pertama pelajaran seni rupa, kedua pelajaran bahasa Jepang. Dua pelajaran inilah yang menjadi awal saya merasa memiliki sesuatu yang berbeda. Dan membuat saya maju mendirikan usaha bersama orang-orang yang saya cintai.

Tahun 2006, Saya dapat kesempatan berkontribusi membuat buku komik tema Pramuka bersama paman di Jambore Nasional. Nama komiknya ‘Komik Boyman’. Meski dibuat di tengah-tengan persiapan Ujian Nasional SMA, saya tidak merasa terbebani. Dan Alhamdulillah komik tersebut terbit. Padahal sebelum itu sempat ada 4 naskah komik yang pernah saya buat tapi tidak ada satupun yang diterima oleh penerbit, wehehehehe… Saya juga sering mengikuti lomba membuat komik, Alhamdulillah belum pernah menang :P

Well, semua memang sudah diatur oleh Allah. Kalau saat itu saya menang, saya mungkin sekarang menjadi komikus bukan entrepreneur (*naon sih!)

Meski membuat komik saat Ujian Nasional, saya lulus dengan hasil memuaskan (bangga ceritanya, heee…). Lalu saya meneruskan menjadi desainer kondang, wehehhe. Nggak deng :p

Setelah lulus saya menjadi operator warnet. Gaji saya saat itu hanya 250 ribu rupiah. Kalau dipikir sekarang, *uyuhan ya saya bisa hidup dengan gaji sebanyak itu. Alhamdulillah. Meski gajinya terbilang cukup minim, saya mengerjakan pekerjaan dengan senang hati. Pasalnya saya senang online, sehingga saya menganggap “ONLINE GRATIS” adalah bayaran yang sangat mahal untuk saya saat itu.

Selain jadi Operator warnet, saya juga membuat kerajinan tangan dengan teman. Jadi kalau ada yang nanya saya kerja apa, bisa dijawab “Jadi pengrajin”, terdengar lebih keren daripada operator warnet kan ya? :p Kerajinan yang saya buat sempat hampir terkenal. Kenapa sempat? Karena dulu sempat diliput oleh stasiun tv lokal. Terus beres itu mau ada rencana diundang lagi ke salah satu tv swasta yang sekarang terkenal dengan ‘seragam hitam-nya yang keren’. Tapi sayang semua tinggal kenangan. Karena kesibukan masing-masing, usaha membuat kerajinan harus kandas ditengah jalan. Menyesal sih, tapi itu membuat saya makin sadar apapun harus dilakukan dengan totalitas, jangan setengah-setengah :(

Beres SMA, saya tidak memikirkan untuk kuliah meskipun Ayah dan Ibu meminta saya untuk kuliah. Saya selalu sedih kalau ditanya kenapa. Kadang saya iri pada teman-teman yang bisa melanjutkan kuliah dengan beasiswa. Nah saya? Pinter banget nggak, kaya juga nggak. Saya ingat dengan jelas bagaimana rasanya harus menghadap guru karena menunggak bayar SPP. Mungkin guru pikir saya ini nakal, uang SPP digunakan buat jajan. Sampai Ayah atau Ibu saya yang datang, barulah guru percaya saya ini anak baik-baik, hehe..

Ayah saya dulu bekerja sebagai buruh lepas harian. Pendapatannya 20 ribu perhari, dengan jadwal kerja seminggu mungkin hanya tiga hari. Ibu saya seorang penjahit rumahan, harga perbaju yang dijahit yaa begitulah, Lumayan. Alhamdulillah kerja keras Ayah dan Ibu tidak membuat anak-anaknya putus sekolah :) Orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya, mereka rela bersusah payah demi membahagiakan anak-anaknya. Yuk, peluk dulu Ayah dan Ibu :’D

Sebagai anak muda (walopun dulu seringnya bokek) saya pernah dong sekali-kali jalan ke mall. Walau Cuma lihat-lihat, saya selalu senang ke toko fashion. Saya sering berpikir “Kapan ya saya bisa punya toko dan merek sendiri lalu dijual seperti itu?”.
Waktu masih menjelma sebagai operator warnet, dari yang tadinya hobi ‘ngomik’, saya banting setir menjadi penjual baju cosplay. Sebenarnya tidak terlalu banting setir, karena saya kan memang hobi menggambar dan dari dulu saya senang mendesain baju-baju original costume seperti baju maid, gothic, lolita, kimono dan hanbok. Tapi saya gak bisa menjahit. So, Ibu lah yang membatu menjahitkan baju rancangan saya. Alhamdulillah, inilah keluarga… saling membantu, saling mengisi, dan saling melengkapi :)

Menjadi operator warnet tak pernah saya sesali. Banyak hal dan peluang yang terjadi saat saya menjadi operator warnet. Mulai dari bertemu dengan Hadian, pria yang sekarang mendampingi saya setiap hari (wit-wiw! :D). Hingga membuat toko online pertama milik sendiri yang kini berkembang biak menjadi banyak. Alhamdulillah.. Meski bayaran menjadi Operator sering habis terpotong kasbon, kini saya sadar semuanya sudah direncanakan Allah dengan sangat sempurna. Jadi apapun pekerjaan kita saat ini harus selalu disyukuri, jangan bersedih karena selalu ada hikmah di balik apapun yang terjadi pada diri kita ^_^

Cerita romance dulu dikit :D (mudah-mudahan cemilannya masih ada, nyehehe…)
Saya sangat ingat, tahun 2007, beberapa hari setelah menjadi Operator Warnet, saya diinvite melalui online messenger oleh Hadian. Inilah awal perkenalan kami. Akhirnya ada juga yang mau pdkt dengan saya yang dulu ‘kumal dan kucel’, hihi.. Kisah cinta saya dan hadian nggak kayak FTV kok. Kami berkenalan karena sebelumnya saya juga kenal dengan salah satu teman (istilahnya Mutual Friend). Kami berdua ini sebenarnya salah satu contoh jodoh random via online. Pada jamannya, online messenger (dulu YM) memang digunakan untuk memperluas jaringan pertemanan dan mencari jodoh. Sampai saat inipun masih, tapi beda sama dulu karena dulu kerasa-nya masih aman. Nggak kaya sekarang, banyak yang cuman modus dan menjadikan online messenger sebagai tempat penipuan. Jadi buat yang sekarang lagi pdkt dengan orang via online, berhati-hatilah. Meski nggak semua orang jahat, tapi pastikan kita nggak jadi korban cyber criminal yak! ;)

Setelah beberapa bulan menjadi Operator Warnet, saya menerima kenaikan gaji! Horaaaay! Naik 50ribu rupiah, Lumayan. Jadi 300ribu rupiah perbulan. Saya biasanya menggunakan gaji untuk biaya hidup dan membayar SPP adik saya. Pernah sekali waktu adik saya yang menunggak bayar SPP tidak diperkanankan ikut ujian, saya sangat sedih. Lebih sedih daripada saat saya sendiri yang tak bisa ikut ujian. Tak jarang, sekolah memisahkan ruang ujian para siswa yang menunggak pembayaran SPP :(

Saya tahu betul bagaimana rasanya kesulitan untuk mendapatkan fasilitas mencari ilmu disekolah saat itu. Jadi buat teman-teman yang masih sekolah atau kuliah, jangan males-malesan ya! Apalagi sampai bolos dan bohong sama orang tua, yang sering terjadi dulu adalah praktek UNIKO, alias Usaha Nipu KOlot (usaha nipu orang tua), hehhe. Bayar buku lima ribu, bilang sama ortunya 10ribu. Hadeuuh…

Alhamdulillah saya mah nggak pernah dan ga bisa, jangankan buat nyari untung, udah ada untuk bayar buku aslinya saja sudah sangat beruntung… -_-”

Tahun 2008, dengan bermodalkan mesin jahit manual milik Ibu, serta kain bagian (kain bagian adalah gratis yang diberikan beberapa kali dalam setahun oleh pabrik tekstil sekitar daerah saya, sebagai kompensasi pencemaran lingkungan -__-“) akhirnya jadilah sebuah “Yukata”. Ini merupakan orderan pertama yang berasal dari seorang anak direksi bank swasta. Saat itu perasaan saya sangat senang, kebayang nggak sih produk yang kita buat dipakai seseorang?

Siapa sangka, orderan selanjutnya datang dari Negara Estonia. Pernah denger nggak nama negara itu? Dari orderan yang tidak saya sangka, akhirnya saya punya keuntungan sebesar kurleb 75ribu rupiah yang selanjutnya menjadi modal untuk pembuatan cosplay dan yukata, kimono serta hanbok. Bermodalkan “Kain Bagian” yang kadang cacat, serta mesin jahit milik Ibu akhirnya bisa mempunyai usaha. Kerja keras, bersemangat, dan percaya pada takdir Allah itu yang terpenting… Semangat! ^_^

Seiring dengan berjalannya waktu, saya belajar Internet Marketing dari Hadian. Dia itu guru saya disemua bidang per-online-an. Semenjak beberapa minggu mengenal Hadian, kami memutuskan untuk kopdar (kopi-darat), alias ketemuan, hehe.. Karena banyak kesamaan, saya merasa Hadian cocok jadi seseorang yang bisa menemani saya sepanjang sisa hidup. #Uhuk!

Saya dan Hadian sempat belajar serta mengerjakan beberapa jenis IM. Seperti google adsense, digital product affiliate, amazon affiliate, dan masih banyak lagi (mau nyombong ceritanya, tapi untung keburu udah agak pikun.. hehehee). Saya juga sempat berjualan di situs kaskus, ebay dan etsy. Hal ini saya pelajari agar usaha pembuatan cosplay, yukata, kimono, dan hanbok semakin mendunia cyiin…! *halah*.

Namun di tengah perjalanan, saya menemukan peluang baru yang dirasa lebih menyenangkan, yaitu bermain Games! Pembuatan cosplay, dan yang lainnya pun terabaikan (*Baong-nyak!). Saya menobatkan diri menjadi gamer online (weisss gaya…) lalu mendapat uang dari hasil penjualan armor dan weapon serta karakter dari games. Saya berhasil! Tapi harus menderita typus. Kesimpulannya memang yang berlebihan selalu tidak baik. Jangan ditiru ya!

Setelah kapok kena typus akhirnya saya hanya mengerjakan hal-hal yang menurut saya bisa saya kerjakan dengan santai. Salah satunya membuatkan blog dan website untuk orang lain. Dan sayapun pernah nyoba jadi anak bandel “topi item”… klo anak IM pasti ngarti dehhhh…. IF YOU KNOW WHAT I MEAN….. (hohoho…. *Ketawa jahat ala nyi blorong*) tapi sekarang udah enggak, beneran deh… and I sweaarrr….. (kemudian nyanyi if you come back nya blue …. Nyehnyehnyeh, keliatan tua nya… -__-“) Hihihi, yang nggak ngerti, maaf ya! :D

Kemudian Saya berhenti menjadi operator warnet. Usaha membuat cosplay, yukata, kimono dan handbok juga tidak diteruskan, padahal saya sudah kebanjiran order sampai Ibu saya kewalahan menjahit dan melemparkan job tersebut pada orang lain. Tetapi….. Lagi-lagi karena ketidakfokusan yang saya lakukan, hancurlah bisnis ini :(

Ditahun kedua mengenal saya, Hadian memutuskan untuk berhenti bekerja, ia ingin menjadi pengusaha. Saya sih setuju dan mendukung saja, sementara orang tuanya sempat menentang. Oiah, saya dan Hadian saat itu berbeda kota. Kalau kata anak jaman sekarang sih LDR, hihihi… Kemudian saya dan Hadian memutuskan untuk berbisnis bersama, mengembangkan toko online pertama kami sekitar tahun 2009. Inilah awal toko online saya berdiri, sampai saat ini Alhamdulillah punya beberapa toko online yang sudah di-handle otomatis oleh asisten dan CS :D

Saya tak pernah menyangka bisa menikah dengan Hadian ditahun 2012, tepatnya akhir bulan Februari. Setelah menikah, saya merasa seperti punya kehidupan yang baru. Hadian memberikan kesempatan saya untuk berhenti dari dunia IM (ga sepenuhnya berhenti sih, karena jualanpun masih online kok :D). Hadian tahu, awal mula saya tertarik pada IM adalah untuk mengembangkan usaha saya yang justru terabaikan. Oleh karenanya Hadian meminta saya untuk meneruskan kembali hobi yang sempat saya tinggalkan, membuat baju dan aksesoris homemade. Sekitar Oktober 2013, lahirlah brand Chimod yang sampe sekarang masih dipegang oleh saya. *biar ga kabur, hehehe….

Hadian dan saya sama-sama (bisa dibilang) tulang punggung keluarga. Bedanya adalah, tanggungan saya hanya keluarga dan beberapa orang termasuk saya sendiri sedangkan tanggungan Hadian mencapai puluhan orang lebih karena hampir semua keluarga besarnya seperti nenek, kakek, paman, bibi, ponakan serta sodara dari ayah maupun ibunya semua mengandalkan Hadian.

Saya belajar banyak tentang kehidupan berumah tangga yang ternyata cukup gampang-gampang susah dan susah-susah gampang, hehe. Sulit kalau lagi seret dan sulit karena saya harus mengepas-paskan alias mengatur keuangan rumah tangga yang ternyata lumayan rumit. Tidak pernah saya pikirkan sebelumnya belajar mengatur uang untuk bayar listrik, bayar kontrakan (sempat ngontrak pas baru menikah), bayar air, kebutuhan pokok, bayar utang ke warung, berusaha nagih utang ke temen (hasilnya gagal total karena ga tegaan… ), berusaha untuk tidak dihutangin lagi, hehe. Dan tektekbengek lainnya. Tapi Alhamdulillah, selalu ada rezeki. Allah selalu mencukupkan semua kebutuhan hamba-hambaNya. Amiin… :)

Saat ini online shop yang kami berdua jalankan termasuk brand Chimod menjadi salah satu sumber penghasilan untuk sebagian keluarga besar dan tim kami. Karena saya nggak mau usaha ini menurun, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengikuti salah satu ajang bergengsi yaitu “Fashion Show”. Saat pertama kali ikut fashion show, setelah mengalami berbagai ‘kurasi’ saya langsung ditawari untuk mengisi stage pertama. Ketika itu persiapan hanya 1 bulan, saya belum memiliki model terbaru untuk ditampilkan. Akhirnya saya nekat hanya mendaur ulang dan mix and match dari outfit yang sudah ada sebelumnya dengan menggunakan bahan yang berbeda. Alhamdulillah lancar….. ^_^

Parahnya, saat itu saya harus bicara didepan banyak orang dalam press conference. Saya yang memang jarang tampil didepan publik selalu kesulitan berbicara, alhasil saya membuat contekan :p

Salah satu hal yang saya lakukan untuk dapat bicara didepan banyak orang adalah belajar singkat ke salah satu broadcasting school. Saya juga sempat di hypnotherapy oleh salah satu dosen di universitas yang lumayan ternama. Ketika itu saya di hypnotherapy secara gratis karena dijadikan bahan penelitian (waduuhh :D)

Hadian bilang saya lumayan ada peningkatan dibandingkan beberapa tahun lalu. Waktu itu saya sempat diwawancara berdua dengan teman di sebuah televisi lokal, dan saya minta hadian menonton. Disana saya hanya bisa jadi properti, tidak bicara sepatah katapun :D

Saat ini saya sedang dipercaya memiliki seorang anak laki-laki. Dan rencana sekitar pertengahan taun 2016 saya akan melahirkan anak kedua, mudah-mudahan lancar ya…

Anyway, gunung kehidupan harus dilewati. Setiap tanjakan memiliki konsekuensi, seperti ingin melanjutkan pendakian selanjutnya untuk melihat pemandangan yang lebih indah bahkan mencapai puncak, atau cukup berhenti disuatu tempat. Yang pasti, sebisa mungkin, kita tak boleh kembali kebawah. Saya pernah ada di bawah, melewati berbagai cobaan seperti problem keuangan, menjadi manusia yang di bully teman sebaya, masalah dengan teman, tim, dll. Namun saya juga pernah memiliki pemandangan indah, diantaranya menjadi seorang komikus (singkat :p) yang karyanya sempat diapresiasi, menjadi seorang anak, kakak, istri dan ibu juga. Saya pernah melalui banyak likuan, banyak tanjakan, dan bahkan pernah berhenti. Namun saya berhenti bukan untuk menyerah, melainkan untuk beristirahat agar siap kembali mendaki ke puncak :)

Saya berharap apapun yang pernah saya alami dimasa lalu, mulai dari menjadi korban bullying, menunggak spp, menjadi ‘kuli’ warnet, dan banyak pengalaman lainnya bisa menjadi pelajaran berharga untuk saat ini serta seterusnya. Ketika ada sesuatu hal yang kita anggap tidak dapat dilakukan, ternyata dibalik itu semua ada banyak cara yang bisa kita temukan untuk menutupi kekurang yang dimiliki. So, jangan langsung berkata “Tidak bisa” jika kita belum mencobanya (selama itu positif). Karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada masa yang akan datang. Tapi saya yakin, Allah akan tetap memberikan jalan. Semoga cerita yang saya bagikan ini bisa menginspirasi. Yang buruknya jangan ditiru ya! ;)

Semangat!

Salam hangat,

Nita

Nyonya Chimod

=== Vocabularies ===

Punteuun~ : permisi
eta Chimod tea : itu Chimod yang itu tuh
(téa menunjuk kepada sesuatu yang sudah diketahui)
*karunya teuing : kasian banget
*naon sih! : apa sih!
*uyuhan : lumayan, mending, mendingan
*Baong-nyak! : Nakal yah!

*kalo kurang, lainnya nyusul* :)