Building a House Like a Bos

Alhamdulillah belum genap satu tahun pernikahan, saya dan suami sudah mulai bisa membangun rumah impian kami. Dengan modal nekad, kerja keras, doa dan duit sendiri tentunya (masa dari ortu, malu donk udah gede masih minta) kami berdua memutuskan untuk membeli tanah yg cukup luas dan sudah ada rumah siap renovnya.

Rencana awal sih terkesan brilliant karena kami berniat untuk tidak ngontrak lagi kemudian menempati rumah yg sudah ada. Sementara pembangunan rumah impian pun bisa dijalani tanpa ada kendala dan halang rintang lainnya kaya di sinetron.

Ternyata oh ternyata keputusan brilliant itu menjadi keputusan yg banyak disayangkan oleh berbagai pihak karena pembangunan berubah rencana. Awalnya kami berpikir bisa menempati rumah walaupun sedang direnovasi karena kami kira pembangunan rumah akan memakan waktu yang cukup lama. Jika ada sebagian bangunan yang sudah selesai, kami bisa pindah ke bagian sana. Tidak taunya lama kelamaan hal itu tidak bisa dilakukan, kami hanya bisa bertahan sekitar 2 mingguan tinggal dirumah baru yg akan direnov.

Tapi kami senang karena pembangunan berjalan dengan sangat cepat. Walaupun duit makin menipis dan sementara mau tak mau kami harus numpang dulu dirumah mama, sepertinya tidak lama lagi rumah impian kami akan selesai dibangun :)

Thanks alot to para paman dan papa mertuaku yg dengan senang hati menjadi mandor dari proyek bangun rumah impian. Juga mama tercinta yang kebagian jadi koki buat konsumsi pegawai bangunan disana.

Banyak orang menyayangkan tindakan kami yang memang membuang-buang duit karena membeli tanah yg sudah ada rumahnya kemudian menghancurkannya lagi untuk jadi rumah ideal. Tapi ya sudahlah mau apalagi, memang mungkin rejekinya harus begitu :D

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *