Do Good and Good Will Come to You

Pernahkah ngalamin hal yang dibilang lazim ga, dibilang ga lazim juga ga? Misalnya saat kita dihina atau difitnah kita diam dan berusaha bersabar. Tidak membalas sama sekali. Lebih parahnya bahkan tidak dikasih kesempatan untuk membela kehormatan kita sendiri ataupun sekedar meluruskan bahwa ini tidak benar, mungkin begini mungkin begitu. Namun, begitu sekali saja kita membela diri dengan niat ingin meluruskan masalah, orang-orang yang bersangkutan malah bangkit dan berkata seolah kita doang yang harus sabar, tidak baik membalas seperti itu dan ‘mereka’ mendadak ‘playing victim’ ga jelas. Minta dikasihani karena merasa mendapat serangan balik. Kita mendadak menjadi orang yang sangat buruk dimatanya…

Ujian keikhlasan, pembelajaran hidup, seringkali datang dari orang sekitar, orang yang kita kasihi, orang yang kita beri kebaikan tapi malah membajak kita….

VCD aja gamau dibajak, apalagi kita… eaaa kakak….
*ngabodor heula atuh uhkti… :D*
kalau membajak vcd sih ga apa-apa kali ya *eh* :D

Kemudian yang kita belain mati-matian kadang menusuk dibelakang saat kondisi sulit, uang dan materi selalu jadi alasan utama, seolah tiada lagi kata balas budi….. Istilahnya seperti menggunting dalam lipatan. Bener ga ya :\

Rasanya sakit betul memang :(

Tapi namanya juga dunia. Tidak usah berharap dapat keadilan dari manusia di dunia.

Saya dulu suka ‘riweuh’ sendiri saat bantu orang tapi yang bersangkutan malah memperlakukan kita sebaliknya. Padahal Suami saya sudah sering mengingatkan untuk hidup dengan membawa motto “lakukan yang terbaik tidak peduli orang lain gimana ke kita”…

But… It does not necessarily work as it should. I learned it in hard way, many times….
*tetiba bahasanya jadi billingual…. tsaaahhhh*

Ketika itu saya belum sadar sebenarnya Allah SWT ingin mengatakan kepada saya sebagai hambaNya (yang ga luput dari dosa dan lagi belajar pengen jadi baik ini) bahwa “Kebaikan yang kamu lakukan itu untuk siapa? Aku atau mereka? Saat kamu ada di titik nadir, siapa yang paling siap menolongmu, Aku atau mereka?”

Lalu Alhamdulillah setelah sadar (saya mah emang telmi orangnya… :p), saya coba rubah pola pikir saya yaitu akan berbuat baik karena saya memang pengen jadi baik, bukan karena berharap orang lain bakalan berbuat baik juga ke saya. Susah banget prakteknya, karena sudah fitrahnya manusia suka berharap juga.

Kita berbuat baik , sebenarnya untuk kebaikan diri kita sendiri. Wajib Ikhlas dan bersyukur masih bisa memberi. Kita berbuat baik karena Allah SWT sudah sangaaaaaattttttttttt baik pada kita.
*langsung ingat surah Ar-Rahman yang bikin hati ini melted, hiks*
Dah.. itu aja,
Jadi gak patah hati lagi deh :D

At least, cara ini lumayan manjur untuk mengurangi sakit hati kalau ada orang yang saya tolong/baikin itu ngecewain. Kita tidak bisa mengendalikan apa yang orang pikirkan. Hanya Allah SWT lah yang bisa membolak-balikan hati hamba-hambaNya.

Dan kita tidak boleh ragu untuk berbuat baik lagi cuma karena kebaikan kita sudah pernah diabaikan orang lain. Berbuat baiklah hanya untuk mengharap keridhaan Allah SWT. Karena Dia-lah yang Maha Tinggi, Maha Pemberi dan Yang membalas setiap amal perbuatan. Allah akan selalu melihat dan mengetahui kebaikan yang kita lakukan sekecil apapun itu. Kita tidak perlu mengharapkan pujian orang lain. Update photo di IG, FB sama Path buat dapet like dan love juga sebenernya mah ga usah dan ga penting juga yah, tapi masih sok hoyong eksis wae nyak neng teh, aduh kumaha atuh ieu teh jadi bahasa Sunda, pokona mah jangan lupa katakan Aamiiinn, like comment dan share we nyak hahahaha….. *capreuk*

do good

Niatkan semua amal perbuatan dan apapun kebaikan yang anda lakukan semata-mata karena Allah. Semuanya di jalan Allah SWT. Jangan sampai merasa gundah, sedih dan tidak merasa dihargai atau bahkan malah mendapat perbuatan kasar yang tidak menyenangkan.

Saat senyum manis yang indah mengembang dan tulus ikhlas dari bibir kita dibalas dengan muka masam. Saat salam dan sapa kita tidak dijawab dan dibalas dengan cibiran. Apapun dan bagaimanapun, seharusnya yang kita cari hanyalah pahala dan kebaikan dari Allah semata… bukan kepada makhluk kita berharap. Kita harus senantiasa mencontoh akhlak terpuji Rasullullah SAW. Semua harus demi mencari keridhaan Allah SWT. Terapkanlah berbuat baik meskipun balasannya tidak selalu baik. Karena hidup bukan cuma saat ini…. Semuanya merupakan Wejangan dari suami tercinta. Alhamdulillah jadi terharu… I love you – Fi Sabililah…

Ambil yang baik dan buang yang buruk, kadang pengalaman terbaik bisa jadi datang dari orang yang terburuk. Karena aplikasi ucapan ataupun perbuatanya bisa jadi bikin kita open-minded dan penyabar. Toh, kita juga bertemu mereka Insyaallah dengan suatu alasan dan atas kehendak dari Sang Pencipta. Jadi mungkin lebih tepat ‘Say Thank You’ pada siapapun yang hadir dalam hidup, entah mereka berikan kita pelajaran ataupun anugerah, semua bakal menjadi bagian-bagian tersendiri dalam perjalanan kembali menuju Sang Khalik. Ya Allah, please forgive me if i asked more than i thanked :(

keep do good

Dari saya yang selalu belajar pengen jadi baik.

Barakallaahu fiik :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *