From Shopaholic to Mommaholic

Holla,
Saking asiknya jadi NEWMOM, tau-tau sudah 3 bulan lebih tidak pernah menyentuh yang namanya notebook dan super pc saya lagi. Gelar saya yang computer-jungkie pun tampaknya terhapus gara-gara adanya sang junior ini.

Flashback dulu yes…

Awalnya saya termasuk orang yang ga terlalu mementingkan fashion dan kebutuhan untuk menghias diri. Gejala shopaholic timbul karena dulu saat mau menikah, calon suami yang sekarang ini sudah jadi suami tercinta memaksa untuk agak concern sama fashion. Katanya sih biar lebih modis dan cakepan dikit klo udah jadi seorang istri. Gak kuyu banget kayak waktu masih pacaran (kacamata tebel, rambut panjang tanpa gaya, baju kaos dan celana non modis, nyaris nerd kali ya kaya sunako).

Dan saat persiapan mau menikah, disela-sela kesibukan yang agak GEJE geje riweuh gimanaa gtu, saya pun terbiasa membeli barang-barang bagus (pokonya kebutuhan cewek komplit aja deh), modis nan mempesona menurut pribadi. Akhirnya sebelum jadi mommy saya mengaku memang agak kalap kalo liat online shop yang saat ini telah menebar racun dimana-mana. Maklumlah kerjaannya mantengin pc terus ditambah lagi jaman sekarang semua serba mobile dan token untuk transaksi internet banking pun ada di tangan. Jadi sekalinya liat benda kinclong dikit, langsung aja hajar. Tanpa pikir panjang itu benda dibutuhkan atau tidak. Berbahaya juga sih dan seringkali menyesal setelah membeli.

Padahal sewaktu hamil muda (mungkin karena faktor mual dan moody-nya ibu hamil) gejala shopaholic yang membahayakan kantong keluarga itu untuk sesaat sempat terkendali. Karena waktu itu kalau ga kerja atau melayani suami, kegiatan saya hanya main game (for girls) bergenre time management, Starcraft dan Defence Grid. Sehingga tidak sempat melongok yang namanya online shop.

Saya kira badai shopaholic ini berakhir. Ternyata perkiraan saya salah karena kebutuhan setelah melahirkan anak (apalagi anak pertama) itu sangat banyak. Mulai dari baju, popok, hingga perlengkapan seperti breastpump, baby carrier dan stroller pun saya jajal. Sempat menyesal karena gegabah membeli breastpump abal-abal dan stroller yang bulky, tidak browsing dulu sebelumnya ke forum favorit theurbanmama. Padahal saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca forum itu. Saya betah baca-baca disana karena saya jadi tau breastpump yang cocok, stroller yang benar-benar nyantol di hati sampai carseat dan baby carrier yang nyaman dan aman dipakai. Pilihan jatuh kepada semua produk avent, quinny zapp xtra folded, maxi-cosi pebble dan manduca backline screaming green yang keren. Dan belakangan ini saya sudah ngincer dan booking baby play yard keluaran 4moms yaitu breeze.

Widih… dipikir-pikir serem pas juga pas liat mutasi rekening di bagian debet. Hanya aja sekarang ada perbedaan besar, kalau dulu pasti menyesal mati-matian. Sekarang saya sama sekali tidak menyesal, karena belanjaannya bakalan dipakai untuk buah hati tercinta alias anak-anak saya sendiri. Rencananya saya membeli yang (nampak) akan berumur panjang karena keinginan untuk mewariskan benda-benda tersebut kepada anak kedua, ketiga dan seterusnya….. Semoga saja, tapi gatau juga sih kalo saat saya nanti punya anak lagi, dan keluar produk-produk canggih lainnya, hhihihi….

*gelar baru : hi-tech baby stuff-jungkie*
halah halah

Anyway, memang bener apa kata urbanmama : “Kids grow up so quickly, we blink and they’re gone, & we have to spend the time with them now. But that’s a joy.”

~So… True story

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *