Selain Makkah, Madinah dan Singapore, destinasi favorit saya dan suami sampai saat ini nampaknya Jepang ya. Hehehe…. Sebagai mantan anak jejepangan yang taat (halah apa sih! ^^;) udah beberapa kali kesini tapi gak ada kata bosen buat selalu masukin setiap tempatnya ke bucket list.

Kami pergi pada awal musim semi dari akhir bulan Maret 2018 sampai awal April 2018. Pengen dapet first bloom di Japan. Hehehe…

Perjalanan kami kali ini lumayan challenging nih. Ga bawa penerjemah maupun guide, ga ada yang bisa bahasa Jepang fasih dan gak ditemenin sama yussy. Tentang yussy, dia ini adalah temen saya yang tinggal di jepang. Selalu senang kalau saya datang jenguk kesana :p Ada di postingan japan trip tahun 2014. Sekarang dia sudah menikah dan jadi warga Amerika. Jadi sudah gak bisa minta tolong anterin lagi kalau pelesiran jejepangan :(

Total Kami main di Jepang itu 2 minggu full schedule dan tiap 2 hari ganti kota. Wooww… so excited! Selain kami bawa anak, kami juga bawa ibu hamil. Hehe… bukan saya yang hamil moms, temen saya yang hamil sama suaminya juga ikut. Suaminya itu temen baek suamiku… hehe belibet banget kalimatnya ^^;

Jumlah yang ikut perjalanan menuju negeri sakura di musim semi taun ini adalah 3 keluarga. 2 keluarga dengan membawa 1 anak, 1 keluarga (pasangan) dengan status istri lagi hamil. Total umatnya 8 orang. 6 orang dewasa, 2 anak kecil.

Sebulan sebelumnya kami sudah mulai booking penginapan. Karena pergi rombongan, jadinya kami pilih booking penginapan via airbnb. Biar bisa patungan sewa satu rumah/apartemen/cottage. Ada 2 hari perjalanan di Nikko yang booking di hotel. Nanti saya review satu-satu penginapan, cottage dan hotelnya ya. Yang jelas perjalanan kemarin seru dan unforgattable banget pastinya :D

Bingung nih musti jelasin mulai darimana dan kayaknya harus dibagi jadi beberapa part. Perjalanannya sendiri relatif singkat hanya 2 minggu, tetapi tempat yang kita datengin lumayan beragam. Gaya banget yaaa… :p padahal tujuannya ya cuman itu-itu aja sih. Ahahaa… Harap maklum. Biasa di kampung terus ngedadak pergi ke hingar bingar perkotaan. Ya jadinya norak deh XD.

Oke kita mulai aja dengan pembahasan pertama sesuai itinerary. Awalnya kami mempunyai itinerary yang sudah dirancang oleh kakaknya temen suami yang sudah biasa jadi guide di Jepang. Dibuatkan sedemikian rupa agar trip 2 minggu ini hanya pakai JR pass utk 7 days aja. Secara JR pass lumayan juga harganya kalau harus ambil yang 14 days.

Niat awalnya itu kita pengen hemat dengan memikirkan mana waktu dan tempat yang cocok dipakai shinkansen dan mana yang tidak. Sesudah kami sepakat dengan susunan jadwal pulang-pergi dan dicocokan dengan list penginapan, kami booking semua karena data booking pastinya dibutuhkan untuk pengajuan visa. Pas booking sedih banget liat harga penginapan. Tanggal keberangkatan kami itu termasuk yang high-season, seharusnya sudah persiapan booking dari jauh-jauh hari. Jadinya harga mahal dan pilihan untuk penginapan tinggal sedikit.

Kami yang berangkat ini semuanya termasuk manusia-manusia tipikal dadakan. So, kami sangat terburu-buru dengan tenggat waktu visa yang mepet banget selesainya. Dan karena itu pula kami sampai harus re-schedule kepulangan karena ceroboh saat hitung hari kepulangan…. :( Udah gitu pas dipikir-pikir kalau mengikuti semua itinerary kita agak kesusahan tanpa JR full 14 days. Setelah visa selesai semua kami memutuskan membeli JR full 14 days agar tenang jika keberangkatan ga sesuai schedule. Soalnya kalau bawa anak kecil dan ibu hamil apapun bisa terjadi ^_^; …. plinplan banget :p Tadinya pengen irit, malah jadi boros, padahal saat itu belum keberangkatan… Duuh… ^^; ga apa-apalah sultan mah bebas (menghibur diri :p)

Sebenernya ada beberapa kesalahan yang memalukan tapi ga fatal juga karena kami berhasil mengatasinya. Mau cerita takut kepanjangan banget. Daritadi mukamadimah belum beres-beres soalnya. Hahaha… lain kali saya share aja ya di postingan yang ga panjang. Kasian yang baca pasti udah capek. Ngebahas Jepangnya belum juga mulai tapi dah ngabisin page :p

pemandangan stasiun uguisudani dari apato

Awal perjalanan banyak banget rintangannya, dari mulai boarding pass nya gada nomor gate dan ketiduran, nyaris ketinggalan pesawat juga. Sampe ke Jepang kami semua salah perhitungan. Niat nya pengen beli outfit musim semi di Jepang, tercapai sih tercapai, tapi kami harus merasakan kedinginan yang luar biasa dulu sebelum akhirnya sampai di Uniqlo, Ginza. Hahaha… udah gitu pas di Ginza kita dapet hujan salju. Sudah ada warning sih di pekiraan cuaca. Cuman kami masih agak cuek-bebek. Hee…

Kami makan ramen halal di Mazulu Ramen, Ginza. Karena cuaca di luar dingin, Alhamdulillah santapan ramen terasa sangat mantabs sekali moms. Kami cari makanan halal lewat aplikasi “Halal Gourmet”. Apartemen nyaman daerah Uguisudani jadi tempat nginep selama 3 hari di Tokyo. Banyak love hotel disekitar sini tuh sampe kepikiran pengen nyoba juga, tapi gak jadi karena bawa anak :p … *LOL*

salju dari jendela uniqlo ginza

Di Mazulu Ramen, Rafa makan porsi orang dewasa sampe habis sendirian. Amazing!

mazulu halal ramen yang hangat

Besoknya setelah full equip dan siap menerpa dinginnya sisa-sisa winter ternyata perjuangan kamipun sia-sia pemirsa. Kenapa? Karena cuaca sangat terik. Walaupun suhu hanya sekitar 12derajat celcius saja, tetapi matahari bersinar cerah banget sampe silau meennn….!

Akhirnya jaket saya dibuka sodara-sodara. Hari kedua tokyo kami habiskan di daerah Ueno, Akihabara, Harajuku dan beberapa distrik jalur yamanote. Kami kebagian first bloom di Ueno Park.

Hari ketiga hari beres-beres di Tokyo. Pada hari ini kami semua mulai perjalanan shinkansen menuju Osaka.

Cerita Osaka dimana drama berlanjut… dan akan diceritakan di post selanjutnya saja ya biar ga kepanjangan ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *






This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.