Jurnal Jadul – Catatan si Penggerutu

Menulis bisa dilakukan sendiri. Kapan saja, semaunya.

By the way, I am not an expert, hanya seorang ibu yang ingin mengabadikan kenangan untuk anak cucu nantinya. Walaupun tidak bisa menulis dengan kata-kata indah, setidaknya kalo kata bule “I can express myself more when I write.” hohoho gayaaa… bener ga sih nulisnya :p

I just write things that I like to… Waktu masih jaman ‘alay-alaynya’ sekitar taun 2006-2007 saya punya jurnal bisa dibilang diary gitu. Well, tulisan yang sifatnya personal semacam daily life, how I truly feel about life and some of romantic stories yang kinyis-kinyis menggemaskan… nyeh nyeh nyeh :D

jurnaljadulsc

Jamannya hp Nokia, friendster, mIRC, multiply dan myspace masih berjaya… Koneksi hp paling canggih masih EDGE dan orang sebagian besar masih ngandalin warnet yang pake jalur kabel adsl doank. Belum ada 3G, 4G apalagi fiber optic bo! Hobi anak remaja itu nge-burn cd or dvd…. dan cari paketan sms-an super duper murah, haha…. HP dan mp3 player masih merupakan benda keramat, mewah yang keren dan langka. Wifi juga ga menjamur kaya saat ini.

Saya pilih judul “Catatan si penggerutu” diilhami dari “Catatan si Boy” yang merupakan ikon pujaan remaja di puncak kekuasaan Orde Baru. Bedanya kalo di “catatan si boy” itu menceritakan tentang lika-liku kehidupan pemuda kaya raya, banyak kawan dan digilai perempuan. Sedangkan “Catatan si Penggerutu” menceritakan tentang lika-liku kehidupan seorang gadis desa kampungan yang temannya sedikit, 19 tahun menjomblo dan kerjanya cuman bisa menggerutu. Segitu juga udah uyuhan…. heee… miriisss -_-”

Karena merasa cukup amazing dengan kehidupan yang dialami ( padahal mungkin karena faktor narsis aja ya :p ) dengan berbekal muka tembok dan niat cari tambahan untuk jajan, tulisan di jurnal jadul itu sempat saya kirimkan naskah hard-copynya ke beberapa penerbit. Sayang gada satupun yang nerima. Jadi mau posting secara berkala sesuai tanggal posting jaman dahulu (saking banyaknya, ngerasain pegel juga satu-satu copas post) di blog sendiri aja lah. Siapa tau ada manfaatnya. *Ngarep*

( Walopun udah sering dan banyak ditolak hingga saat ini <<< hobi pembenaran, ga ngaca dan ngaji diri, upss… hampura gan :p )

The reason I keep writing, because what I think matters, it contain pieces of history, pieces of our existence, pieces of our knowledge and passion. Asal ulah pieces of sh*t we nyak..heeee… (naon deuih… asa so’ keren). Jadi, kalau suatu saat saya sudah gada setidaknya pernah meninggalkan jejak petualangan…hiks, lebayy deh….! Yang jelas dengan menulis saya merapikan kenangan dan mengabadikan setiap moment yang bisa saya ingat. Memberikan harapan, melepaskan beban, serta semoga dapat membantu orang lain. Kumaha carana coba?? Hahaha…. Haseum!

Maybe someone might find that what i wrote matters, that i ever existed in this world, that i left something behind for people to get to know me whether its a form of blog or diary.

Hope you can find some inspiration and motivation to enjoy your daily life. Tapi Omat pisan, please!  Untuk hal-hal jelek yang saya pernah lakukan (seperti menggerutu, ngomongin batur, marah-marah, dan ‘bobogohan’) jangan sampe ditiru ya :(

So, Have a look, enjoy my Jurnal Jadul disini, and Lets Write Some More!

Maafkan… entah efek ketularan Marshanda atau habis makan roti, bawaannya pengen ngomong sok-sok an inggeris aja :D

*masih keneh berasa keren*

Love, peace and gaul….

Salam,

Chimod
si Penggerutu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *