My First Japan Trip – Day 1-2 “Tokyo Drift”

Saya ini termasuk orang rumahan, alias jarang kemana-mana jika dibandingkan dengan teman-teman yang saya kenal. Dan kemarin, saat menyapih Rafa itu bisa dibilang moment paling TIDAK mengenakan banget bagi saya dan suami. Maka kami berdua memutuskan untuk rehat sejenak dari aktifitas sehari-hari. Seminggu di Jepang termasuk pulang pergi adalah waktu rehat yang telah kami sepakati bersama. Ibu, ayah dan mertua pun setuju. Kami berdua sudah janjian dengan teman yang tinggal di Jepang, Yussy. Dia bakalan ambil cuti kerja dan akan memandu kami selama berlibur disana.

 

Galau juga saat harus memutuskan untuk meninggalkan Rafa. Tetapi menurut keluarga saya akan lebih kasian kalau Rafa dibawa-bawa, apalagi keluar negeri saat musim panas. Rafa paling ga tahan sama udara panas. Jadi dengan berat hati kami berdua meninggalkan Rafa sebentar bersama keluarga di rumah.

Kami berdua berangkat ke Jepang dari tanggal 2-7 September. Sampai di Bandara Haneda masih di tanggal 2 hampir tengah malam. Pilih jam terbang yang sampai malam hari biar langsung istirahat. Besoknya full-day dipakai jalan seharian juga fit.

Pas tiba di bandara kami sempat kebingungan karena bandaranya lumayan besar. Padahal katanya Narita lebih besar lagi, ga kebayang deh! Hehehe… Di Bandara saya sudah dijemput Yussy. Senangnya bertemu dengan orang yang kenal di negeri asing :D

Sebenarnya saya itu mulai jalan-jalan di hari ke-2 di Jepang. Tetapi karena hari pertama itu datang malam-malam terus begitu sampai mampir dulu ke family mart kemudian langsung istirahat ke apato, jadi sayang sekali ya day 1 nya :( Sebenarnya lebih enak begini sih, biar fit ke badannya :)

Kami bertiga langsung meluncur ke apartement yang sudah disewa sebelumnya lewat internet. Yussy mencarikan apartement yang tempatnya strategis di Tokyo, dekat statiun kereta yang bisa pakai JR Pass.

Oh ya, sebelumnya saya mau bahas dulu tentang Japan Rail Pass, biasa dikenal dengan sebutan JR Pass. Japan Rail Pass ini merupakan cara paling ekonomis untuk perjalanan mengelilingi Jepang dengan kereta. Namun, tidak berlaku untuk kereta “NOZOMI” dan “MIZUHO” yang ada jalur Tokaido, Sanyo, dan Kyushu. Dan kalau punya rencana hanya tinggal di satu kota/daerah saja di Jepang, tidak direkomendasikan membeli JR-Pass karena sayang. Alasan memutuskan membeli JR-Pass adalah karena kami akan mengunjungi beberapa kota seperti Tokyo, Kyoto dan Osaka. Jadi kalau memakai JR-pass hitungannya akan lebih berhemat daripada harus membeli tiket secara eceran.

Pembelian JR Pass harus dilakukan sebelum pelesir ke Jepang. Karena kita tidak dapat membelinya ketika sudah sampai di Jepang. Jika sudah punya voucher passnya, setelah tiba disana, kita bisa menukarkannya di loket stasiun yang melayani penukaran voucher JR agar bisa segera dipakai. Ada tiga pilihan masa berlaku JAPAN RAIL PASS, yaitu 7, 14, 21 hari terhitung dari pertama kali digunakan. Karena saya cuman seminggu disana, jadi beli yang 7 hari saja. JR Pass punya dua type, ada yang ORDINARY dan Green Line. Saya pilih untuk pakai ORDINARY saja karena lebih murah. Kalau mau membeli JR Pass, disarankan membeli dari Travel Agent yang sudah terpercaya untuk jaga-jaga agar terhindar dari masalah. CMIWW always :D

voucher JR Pass*Voucher JR Pass*

image

*JR Pass setelah ditukar di stasiun*

Back to Bryan’s Apartement, atau bisa disingkat apt (dibaca apato). Tempatnya bersih banget, hanya 5-10 menit jalan kaki dari stasiun Otsuka. Kalau ‘jalan-nya’ orang Jepang sih cuman 4 menitan XD….. Dan Otsuka masuk ke salah satu jalur JR Yamanote Line yang merupakan Central Tokyo Loop Train. Jadi sangat praktis buat keliling ke daerah-daerah terkenal di Tokyo seperti Ikebukuro, Ueno, Shinjuku, Harajuku, bahkan Shibuya karena satu putaran.

image

image

image *Bryan’s APT. Simple Chic apt di tokyo. Poto-potonya punya Bryan. Sewa apato yang harganya paling hemat (versi sini :p) karena nyaman dan dekat kemana-mana XD*

Kamar di apartemen Bryan ada 2 dan letak antara 1 dan lainnya lumayan berjauhan, jadi cocok banget sama kebutuhan kami bertiga. Hihihi. You know lah :p :p

Bryan sangat fast respon dan ramah. Dia juga bisa berbahasa Indonesia. Walau kami tidak sempat bertatap muka karena Bryan sibuk bekerja. Tapi komunikasi kami dan Bryan sangat lancar.

Saya sempat menangis waktu ingat Rafa pada malam pertama setibanya di Jepang. Katanya kalau mami-nya galau, anak juga suka ikut uring-uringan. Entah kebetulan atau memang ngaruh, saat itu saya dapat kabar bahwa Rafa agak rewel. Jadi saya stop galau nya, berusaha untuk menikmati kesempatan liburan yang langka.

japan trip aoyama florist

Pagi-pagi yang cerah dengan semangat 45 kami bertiga langsung meluncur ke stasiun menuju Ueno. By the way, hari pertama jalan-jalan saya pake outfit dari Toko Chimod lohhh, yaitu Hanna breastfeeding dan Polkadot Skirt, cieeee :D …. (promosi tak kenal malu :p). Setidaknya baju Chimod ini pernah menjajal pasaran Jepang! (Lebaaay!! XD) Eh, tapi jauh sebelum kesini, saya pernah kasih Yukata Modif bikinan saya dan Toko Chimod ke Yussy untuk dipakai saat Summer Festival di Japan sekitar dua tahun yang lalu loh! Beneran deh! :D

Okay! Back to Topic! Dekat stasiun Ueno ada tempat seperti pasar (lupa lagi namanya). Disana kami mencari takoyaki untuk sarapan. Kata Yussy, sebenarnya takoyaki yang paling enak itu ada di Osaka. Tapi kalau di Tokyo itu ada di daerah Ueno.

*yang kerudunngan waktu itu hampir tidak ada lagi kecuali saya dan Yussy saja, hehehe*

takoyaki ueno

Takoyaki asli sini rasanya mantap. Ukurannya besar terus pakai wadah yang terbuat dari semacam kayu gitu. Entah serutan kayu atau dari bungkus jagung. Yang jelas unik, menarik, lumayan higienis pula untuk ukuran jajanan di pasar. Menurut kami, satu porsi sedang aja (isi 6) sudah terasa kenyang.

tako ueno

Disini itu yang mau belanja, mereka bawa-bawa koper. Jadi saya dan suami juga mau ngikutin gaya orang Jepang yang belanja pakai koper. Di Ueno kami dapat koper yang harganya lumayan murah. Habis itu kami belanja banyak teh dan snack khas Jepang untuk buah tangan.

koper ueno

Saya sempat mau beli yukata dan furisode disana tapi tidak jadi karena saya takut di tempat lain ada yang lebih murah dan bagus. Dan itu bikin saya menyesal sampai sekarang. Soalnya ternyata harga furisode dan yukata di Ueno paling murah dibandingkan tempat lain. Huhuhu sediihhh, keingetan terus :( Tips dari Yussy nih, kalau mau beli Yukata harga murah, beli pas akhir musim semi dan panas atau setelah anak-anak di Jepang selesai wisuda/kelulusan. Karena menjelang kelulusan harga yukata, hakama, maupun kimono atau furisode cenderung tinggi. Soalnya banyak permintaan. Beda kalau musim kelulusannya sudah selesai. Yukata juga jadi diobral dan suka ada diskon gitu deh! :p

Lanjut perjalanan berikutnya ke Akihabara. Disini suami saya berniat untuk membeli handphone. Sebelum pergi ke Jepang, suami saya menjatuhkan handphonenya hingga rusak saat menunggu boarding di Bandara Soekarno-Hatta. Alhasil dia jadi tidak punya handphone (-_-“). Katanya gatal kalau tidak online sehari saja. Hahaha. Kami pun memutuskan untuk mencari handphone ke Akihabara.

japan trip akihabara

Waktu yang dihabiskan disini ga sebentar. Karena suami saya rada ‘rewel’ kalau urusan gadget. Dikasih yang recommended katanya mahal, dikasih yang murah katanya jelek takut gampang rusak. Jujur aja, capeee! Banyak yang bilang cewek itu ribet kalau sudah belanja pakaian dan kosmetik. Padahal cowok juga sama saja kalau sudah cari barang yang di inginkan. Begitu dapat handphone, suami saya langsung ‘anteng’. Saya juga gak mau kalah. Tau-tau udah di ‘jepret’ aja sama Yussy. Hahaha…..

japan trip hp everywhere

Mampir juga ke salah satu warung sushi di pinggir jalan. Sebenernya suami ga suka, tapi maksain, katanya masa ke Jepang ga makan sushi, khekhekhe….

warung sushi akihabara

Kalo kesini cuman numpang lewat dan photo doank.

japan trip akb48 cafe

jpn trip gundam cafe

Orang sana ga sengaja jadi ikut ke photo. Bener kan apa kata saya tadi. Disana pada bawa koper bukan mau traveling aja, belanja juga pada bawa koper. Hehehe, enak yah jalanan dan trotoar sangat mendukung untuk bawa koper kemana-mana.

Banyak pelayan toko maupun restoran yang cosplay dijalan untuk menarik calon pelanggan. Sebenarnya orang biasa yang lagi jalan-jalan juga banyak yang pakai baju ‘menarik’ dan ‘antimainstream’. Tapi saya ga berani photo tanpa izin. Sayang sekali, hehehe….

akihabara cs cosplay

akihabaran maid cosplay

Tadinya sempat ada niat buat masuk ke maid cafe. Cuman kata Yussy ga usah, soalnya sayang cafenya ga terlalu ‘wow’ gimanaaa gitu. Terus mahal-mahal. Dan ga bisa photo bareng maid. Kalau mau photo bareng harus bayar lagi. Cape deh! :p

*maaf, bukan pelit tapi lagi hemat* hehehe…. :p

jpn trip shibuya station

Next Stop… Welcome to Shibuya Station. Langsung disambut sama patung Hachiko. Hachiko adalah anjing Akita yang terkenal dan ‘melegenda’ karena setia sama majikan hingga akhir hayatnya. Maka figur anjing tersebut dijadikan patung perunggu untuk mengenang loyalitasnya pada manusia.

jpn trip hachiko

Suami sempat membeli gelang kulit untuk oleh-oleh temannya di Shibuya. Harga clothing and apparel itu rata-rata mahal jika barangnya buatan asli Jepang. Kami jadi suka sedikit kecewa tiap nemu barang murah, soalnya tiap dilihat labelnya bisa dipastikan bukan made in Japan. Oh why??? :(

Setelah itu kami menemukan mall yang di dalemnya semuaaa toko baju wanitaaa….. Ada Toko Liz Liza yang terkenal karena style bajunya feminine banget! Sayang harganya menurut saya mahal-mahal. Satu cardigan biasa aja sampe 6000yen. Bener-bener nguras isi dompet!

jpn trip liz liza

Walaupun begitu, pelayanan di Negeri ini ga pernah mengecewakan deh! Terbukti ketika saya dan Yussy berlama-lama di toko hanya untuk photo-photo dan mengacak-ngacak semua baju disana. Pelayan toko dengan sabar dan ramah tetap melayani. Saya penasaran sama model-model yang ada. Karena ga enak sudah merepotkan, saya memutuskan untuk membeli satu piece cardigan yang harganya paling murah.

Kalau di Indonesia mungkin sudah dipelototin. Tapi kebiasaan seperti itu ga berlaku di toko tadi. Mau jadi beli atau tidak, ‘ngacak-ngacak’ atau tidak, kita tetap dilayani bak raja/ratu. Senang sekali rasanya. Bahkan waktu saya kelihatan kesusahan karena bawa-bawa barang dengan beberapa bungkus. Pelayan toko memberikan tas belanja yang ukurannya besar agar semua belanjaan saya bisa muat dimasukan kesitu. Padahal cuman belanja cardigan yang dimasukin ke kantong kecil saja cukup. Udah gitu belanjaannya dibawain sama pelayannya terus kami diantar sampai keluar toko sampai ‘dadah-dadah’ segala. Duuh senangnya!

Kata Yussy sih itu biasa dan udah seharusnya. Maklum kalau di Indonesia kebanyakan (ga semua ya) pelayan toko jutek-jutek. Apalagi toko besar yang sudah terkenal dan barangnya mahal-mahal. Mau masuk aja takut soalnya sering diremehin kalau mukanya keliatan ga punya uang kaya saya, hahahaha…. XD

jpn trip yussy

Menjelang sore hari kami cari makan di kedai-kedai sekitaran Shibuya. Ketemu lah sama kedai udon. Tapi mohon maaf saya lupa lagi namanya apa. Enak banget makan di resto ini, soalnya komposisi tercantum dengan jelas. Pakai Bahasa Jepang sih, tapi tenang soalnya ada Yussy yang bisa nerjemahin :p Dan katanya aman. Kami pesan Beef dan Seafood kare udon. Mantap rasanya!

jpn trip kare udon

japan trip shibuya

Disini itu terkenal sama penyebrangan yang suka ada di film-film contohnya yang dipakai oleh ending anime ‘Detektif Kindaichi’ dan film ‘Resident Evil Retribution’ kalo ga salah :p

Tadinya kalau di Tokyo, kami ingin mampir ke Yoyogi Park, namun sayang sekali tidak bisa karena saat itu Yoyogi Park sedang ditutup untuk umum gara-gara ada kasus DBD.

harajuku ending Sampai di Harajuku ga kerasa langit sudah gelap gulita. Walaupun cape, tapi masih ada semangat buat Explore. Suami sempat belanja baju buat ganti di H&M. Harga H&M Jepang termasuk lumayan murah loh! Sampe ada yang harganya cuman 500yen. How Lucky! ^_^

jpn trip last station day 1 harajuku

wonder rocket harajuku

Salah satu hal yang saya sesali selain ga beli furisode di Ueno adalah baru tahu kalau ada Toko yang namanya Wonder Rocket! Isi tokonya baju Mori-girl style semua tanpa terkecuali. Udah gitu harganya terbilang jauh lebih murah dibandingkan Liz Liza. Setelah saya searching di internet memang Wonder Rocket ini adalah salah satu merek pakaian mori-girl termurah yang ada di Jepang. Aduuhhhhh sakitnya itu disini… *nunjuk dompet*

wonder rocket mori girl

Dari wajahnya udah keliatan bahagia banget ada disini, di wonder rocket XD Sepanjang di toko saya disindir terus sama Yussy dan suami.

wonder rocket mori girl 3

Dompet pribadi udah menipis. Dengan sangat terpaksa saya minta tolong suami buat bayarin. Hehehehe. Maaf ya, kelakuan jeleknya jangan diikuti. Peace!

wonder rocket mori girl 2

marion crepe harajuku

Ditengah perjalanan ada tempat Crepe favorit Yussy kalau lagi nongkrong di Harajuku katanya. Tapi sayang tutup. Untung di seberangnya ada lagi tempat crepes yang masih buka.

harajuku crepe

Crepe nya enak banget. Seandainya saya punya uang dan perut unlimited, pengen deh borong semuanya!

harajuku crepe 2

End of the day 1 Japan Trip ! Sepertinya orang-orang sini udah pada mau pulang ke rumah masing-masing. Kami juga mau ikutan pulang.

pd pulang d harajukuTadinya mau menyudahi, tapi jadi penasaran sama warung yakitori yang ada di dekat apato. Warung kecil tradisional milik keluarga. Hangat sekali suasananya dengan bau khas tatami.

warung dkt apato

Yussy dan Yakitori. Lucu ya. Hihihi….

warung yakitori dkt apato

Sampai jumpa lagi di hari berikutnya ya! Mohon maaf kalau ada kesalahan ^_^

warung yakitori*Mukanya udah pada lusuh gitu, :D*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *