My First Trip – Road to China –

Jadi gini. Awalnya saya ga berencana ikut. Yang akan pergi ke China itu hanya suami dan teman-temannya serta adik ipar. Kesana cuman niat iseng main-main, gak ada niat bikin studi tour sama sekali. Ternyata rencana itu berubah ketika teman suami ketemu seseorang yang sangat berpengalaman di bidang import barang.

Road trip ke China yang tadinya cuman asal-asalan berubah jadi study tour besar-besaran yang melibatkan sampai 100 orang lebih. Saya pun jadi terbawa ikut. Mau gak mau. Antara excited, penasaran, sama ragu soalnya harus ninggalin Rafa seminggu-an. Lalu tekad pun jadi bulat ketika ingat tujuan utama yang tadinya main menjadi belajar. Karena dari dulu saya penasaran dengan negara tersebut. Kenapa sih hampir semua barang yang berasal dari sana pasti harganya bisa dibawah pasaran??

Sebulan sebelum perjalanan kami semua yang hendak ikut Road Trip ke China dikasih beberapa tugas menyangkut seller yang akan dikontak terlebih dahulu. Mengingat begitu banyaknya penjual disana tidak mungkin langsung cek satu persatu pas di tkp. Agar efisien, sebelum pergi peserta tour dianjurkan untuk riset market terlebih dahulu dan menandai serta memutuskan tujuan pembelian barang apa, kepada siapa dan dimana.

Singkat cerita, dari tanggal 31 Oktober saya, suami serta rombongan tim dari Bandung berangkat sama-sama menuju Jakarta. Di Jakarta semua peserta yang ikut, tentunya dari berbagai daerah berkumpul. Ramai dan seru sekali. Kami di-training dlu selama 2 hari satu malam. Tanggal 1 November malam barulah kami semua pergi menuju Bandara.

Kami sempat transit dulu di Hongkong sebelum sampai ke Bandara Kota Hangzhou, China. Sampai disana tanggal 2 November, istirahat. Lalu siap beraksi di tanggal 3 November. Rasanya seperti ikutan acara Amazing Race (lebay deeh :D), selama 3 hari itu dari pagi sampai malam tidak hentinya explore sana-sini. Alhamdulillah keadaan badan pun sangat mendukung. Waktu itu lagi fit-fit nya nih.

yiwu

ga jauh beda sama di Indonesia, cuma lebih rapih aja, mungkin, hehehe :p

Dan hari ke empat kami pindah kota ke Shanghai. Di Shanghai ini adalah waktu kami semua santai seperti layaknya liburan. Beda dengan 3 hari kemarin yang tujuannya belajar. Disini kami diberi waktu untuk belanja, makan dan menikmati suasana kota. Bangunannya sangat bagus. Berbeda dengan kota yang kami kunjungi sebelumnya. Ada spot yang dipakai banyak orang untuk photo pre-wedding. Hal yang saya pelajari kalau ke China, salah satunya adalah lebih baik belanja di Yiwu, Hangzhou, Guangzhou dan Shenzen saja. Jangan belanja di Shanghai (kecuali kalangan atas kali ya, hehehe). Di Shanghai barangnya mahal-mahal. Saya sempat menyesal sudah membeli gelang Swarovski jadi-jadian :(

swarovskijadijadian

thebund

Banyak yang foto prewedd disini ^0^

shanghailondon

shanghainight

Esoknya saya kurang bergembira karena suami berniat extend, jadi rombongan kami berpisah. Saya ke harus pulang ke Hangzhou lagi,sedangkan suami melanjutkan perjalanan studi tournya ke kota lain. Sehari sebelum pulang ke Bandara, kami jalan-jalan dulu sambil beli oleh-oleh di daerah West Lake yang terkenal dengan tempat syuting Legenda Siluman Ular Putih. Saya sempat berfoto bersama teman dengan memakai baju tradisional China di dekat danau. Pemandangannya sangat indah. Dan keputusan membeli oleh-oleh didaerah itu tepat sekali. Harga barang-barangnya lumayan tidak jauh beda dengan harga didaerah pedagang grosir.

westlake

Sayangnya, keputusan untuk mengelilingi west lake itu sangat kurang perhitungan. Saya dan salah seorang teman mengira danaunya kecil. Tidak tahunya danau tersebut besar sekali. Dengan mobil saja butuh waktu lebih dari satu jam untuk satu keliling. Saya dan teman nyaris ketinggalan bis. Kalau diingat-ingat itu adalah hal terlucu dan termenyebalkan yang pernah saya alami di China. Saya dan teman harus menahan udara yang dingin (waktu itu sudah mau memasuki musim dingin di China) sambil berharap-harap cemas. Dan tidak hanya berhenti disitu saja, setelah mobil wisata selesai berkeliling, saya beserta teman harus lari dengan kecepatan tinggi mengejar bis yang hendak berangkat meninggalkan kami di daerah west lake. Hahaha, pokonya parah dan malu-maluin lah! Saya pun jadi tidak sempat membeli oleh-oleh di daerah west lake, sediiihhhh tapi BODOR BANGET!

Pulang dari West Lake, rombongan kami langsung bermalam di Hotel Bandara agar besok paginya tidak terlambat penerbangan kembali ke negara tercinta.

Perjalanan dari Hangzhou menuju Hongkong terhambat selama satu jam setengah di bandara karena pesawat delay. Saya tidak menanyakan apa-apa karena sudah diwakili oleh pihak dari rombongan. Dan pihak penerbangan sudah konfirmasi tidak akan ditinggal oleh pesawat selanjutnya. Ternyata hal itu salah. Setelah kami tiba di Hongkong, pesawat selanjutnya sudah pergi. Rombongan kami pun mau tidak mau protes. Saya sudah cemas karena tidak membawa mata uang Hongkong.

Hari pun sudah sore, penerbangan dari Hongkong ke Indonesia sudah tidak ada. Hanya ada esok harinya. Itu pun penerbangan lain. Untungnya pihak maskapai tidak menelantarkan kami begitu saja. Mereka memberi kompensasi berupa voucher makan dan menginap gratis di hotel bandara Hongkong. Antara harus senang atau sedih. Sedih karena harus menunggu semalam lagi untuk pulang. Senang karena punya pengalaman menginap di Regal, Airport hotel yang katanya bintang lima. Hehehe, da aku mah apa atuh! :P

regalhotel

Segitu dulu ya, seperti biasa kalau ada yang inget saya tambahin lagi sharingnya. Mohon maaf kata-katanya tidak sebagus novel …. XD

Oiya, hampir lupa. FYI. Bandara di Hongkong ketat banget. Padahal waktu dari Jepang saja di bagasi saya bawa mainan yang ada batrenya tidak apa-apa. Tapi di Bandara Hongkong ga boleh. Kalau kita bawa baterai harus dibawa ke cabin. Ga boleh ga. Huhuhu…..  >_<“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *