My First Umroh – Madinah

Antara percaya dan tidak percaya, Alhamdulillah keluarga saya beserta keluarga suami diberikan kesempatan untuk mengunjungi tanah suci. Banyak sekali pengalaman berharga yang tidak akan pernah bisa kami sekeluarga lupakan. Insyaallah saya akan share perjalanan umroh kami di beberapa postingan…

Perjalanan dimulai pada Hari Kamis, 30 April 2015. Jauh beberapa minggu sebelumnya kami sudah mempersiapkan segala keperluan seperti dokumen, surat-surat kelengkapan perjalanan serta vaksinasi wajib untuk peserta umroh telah dilakukan.

Kami sekeluarga beserta rombongan travel umroh berangkat dari Bandung menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Takeoff dengan pesawat Emirates menuju Dubai untuk transit kurang lebih 2,5 jam. Cuaca pada waktu itu nampak tidak terlalu bersahabat. Sehingga kendala pertama kali yang dirasakan adalah membawa Rafa yang saat itu sedang tidak fit. Jadilah saya dan suami kelabakan selama kurang lebih 7 jam di pesawat.

Rombongan tiba di imigrasi hari Jumat kurang lebih pukul 3-4 pagi. Saya dan rombongan sudah diberikan cobaan untuk sabar disini. Proses imigrasi bisa dibilang kurang berjalan lancar karena ada salah seorang jemaah lupa memakai tongkat yang didalamnya itu ada pisaunya. Jadi barang ditahan. Berkat usaha yang keras dari panitia, Alhamdulillah rombongan tetap diijinkan untuk beribadah umroh.

Sedikit curhat tentang hal tersebut. Awalnya anggota keluarga dari jemaah yang tertahan barangnya itu sering sekali berucap hal yang kurang mengenakan seperti “lelet sekali”, “jangan terlambat”, “jangan menyusahkan orang nanti telat” dan lain sebagainya kepada hampir semua anggota rombongan, tidak terkecuali saya juga kena (makanya tau, hehehe). Dan ternyata saat tiba di imigrasi, yang menyebabkan jadwal rombongan telat dan panitia kesusahan adalah anggota keluarganya sendiri. Berkat kejadian ini, saya pun sadar bahwa kami sebagai manusia harus saling menghargai dimanapun dan apapun kondisinya. Semoga kami semua dapat mengambil hikmahnya.

Selanjutnya kami tiba di hotel Madinah pukul 6.30 pagi. Panitia langsung mempersilahkan para jemaah untuk sarapan pagi sambil membagikan kunci kamar. Jadwal hari pertama di Madinah adalah ziarah ke Makam Rasul SAW, Abu Bakar Ra, Umar Ra, Makam Baqi, Mesjid Qamamah, Mesjid Imam Bukhori dll. Saya kurang tau detailnya yang jelas semua lokasi berada di dalam kota Madinah. Jadi bisa dibilang hari pertama merupakan jam bebas berkeliling di sekitar Hotel yang dekat. Dan Alhamdulillah, hotel yang kami tempati itu dekat sekali dengan Mesjid Nabawi.

Yang pertama dilakukan setelah mengurus semua keperluan Rafa (sampai menidurkannya karena sedang kurang enak badan) dan beberes di kamar hotel tentunya kami ingin segera menjejakan kaki di Mesjid Nabawi, Madinah. Sayangnya saat itu adik saya ternyata “berhalangan” jadi tidak bisa ikut menemani. Kami lupa jadwal keberangkatan rombongan sempat diundur 7-10 harian, jadi mempengaruhi perhitungan ‘bulanan’ saya dan adik. Namun, halangan itu membuat saya merasa bersyukur pada akhirnya. Mengingat kesehatan Rafa yang mendadak menurun, jadi belum memungkinkan ikut dibawa ke Mesjid. Sehingga adik yang sedang berhalangan bisa menjaganya di hotel. Subhanallah…. memang semua sudah diatur oleh-Nya.

IMG_7078

Air mata saya keluar begitu saja ketika pertama kali saya menginjakan kaki di pelataran Mesjid Nabawi yang begitu indah. Saya mendapat banyak pengalaman baru yang sangat berharga seperti Sholat Jumat di Mesjid Nabawi. Hehehe…..

Kemudian saya dan keluarga juga dapat pengalaman yang lucu. Ketika itu ibu mertua saya hendak membeli air mineral ke minimarket dekat hotel. Bukannya diberi, ibu mertua saya malah diketawain. Kata penjualnya, untuk apa anda membeli air mineral, sedangkan disini ada air zam-zam yang tidak akan pernah ada habisnya. Anda bisa dapatkan itu di Mesjid Nabawi. Bawalah sebanyak yang anda mau. Gratiss….! Kurang lebih gitu katanya. Hehehe…. Maklum kami masih awam. Jadi kurang persiapan. Jadilah saya dan keluarga membeli botol untuk membawa air zam-zam yang sudah disediakan oleh pemerintah Arab Saudi di Mesjid Nabawi. Enaknya tinggal disini. Sudah air minum gratis, airnya bukan sembarang air pula. Air zam-zam gitu loh… XD

Karena dari dulu hingga saat ini banyak sekali jemaah Indonesia yang datang setiap harinya ke Madinah dan Makkah, maka rata-rata petugas apalagi pedagang sudah banyak yang paham berbahasa Melayu dan Indonesia. Jadi walaupun tidak bisa berbahasa Arab, kami tidak mendapatkan kesulitan berkomunikasi. Malahan kalau mereka ngomong Arab juga saya kadang suka mengerti apa yang mereka maksud. Syukur Alhamdulillah sekali ya ^_^

Selain itu sayapun dapat banyak teman baru diantaranya adalah wanita cantik dari Turki namanya Selvihan. Bahasa Inggrisnya bagus sekali. Jadi tidak kesulitan ngobrol dengannya. Yang menarik dan membuat hati saya tertampar hingga malu adalah disana tidak ada yang namanya mukena. Semua wanita memakai baju mereka untuk shalat. Mereka berlomba-lomba untuk memakai pakaian yang rapih dan bagus saat hendak beribadah. Bisa dipastikan yang pakai mukena terpisah itu adalah jemaah dari Indonesia, hahaha…. Tidak jarang mukena saya dipuji oleh jemaah dari negara lain. Mereka selalu bertanya, darimana dapat hijab yang seperti ini. Saya selalu menjawab, dari Indonesia ada banyak sekali pakaian muslim yang indah-indah. Mampirlah kapan-kapan ke negara saya :D

IMG_6850Another of Beautiful Place in the world ^_^

Saya merasa nyaman sekali singgah di Kota Madinah ini. Walaupun cuaca panas, tetapi angin yang berhembus terasa sangat sejuk. Lalu selain luar biasa indah, arsitektur Mesjid Nabawi juga sangat luar biasa canggih. Aliran udara yang keluar masuk mesjid itu teratur sehingga walaupun jemaah padat, saya tidak merasa kepanasan karenanya. Begitu damai rasanya hidup dekat dengan mesjid. Sehari-hari yang dipikirkan hanyalah ibadah. Dan baru pertama kalinya saya merasa nyaman dan adem saat memakai pakaian yang benar-benar syar’i. Di Madinah kalau pake baju menjuntai kebawah itu ga usah takut kotor. Soalnya disana ga becek. Bangunannya pun bersih-bersih. Duuh…. coba nyamannya memakai pakaian ini bisa terbawa sampai ke negeri saya ya, hehee…. Di Indonesia sendiri baru sebagian wanita yang begitu. Dan itu tidak termasuk saya. Huhuhu, maluunya :(

Lalu yang membuat saya terpana adalah saat waktu shalat, semua toko dan warung tutup. Kemudian orang-orang berbondong-bondong ke Mesjid. Masyaallah. Terharu sekali melihatnya.

Princess n Joko

(Princess Syahrini dan Jokowi, gyahahaha…… XD)

Saya baru tahu ternyata Princess Syahrini dan Jokowi itu orang yang lumayan terkenal di daerah Mesjid Nabawi, Madinah. Tiap saya jalan sama suami kalau sedang santai di jalan banyak pedagang yang memanggil kami dengan sebutan syahrini dan jokowi. Hahaha aya aya wae nyak! :p

Satu-satunya yang membuat saya kecewa dan sangat sedih di Madinah ini adalah ketika saya tidak sempat ke Raudah. Saya tidak sempat kesana karena harus menjaga Rafa. Tapi itu memang sudah tugas dan kewajiban sebagai ibu. Karenanya saya tidak bisa terus-terusan titip Rafa ke adik. Apalagi jadwal rombongan saya ke Raudah itu kebagian malam hari. Dan bisa dipastikan jika pergi kesana saya membutuhkan waktu yang panjang. Khawatirnya adik saya kelabakan mengurus Rafa sendirian. Apalagi kalau sampai tengah malam. Maka dari itu saya tidak bisa ikut rombongan pergi kesana. Saya hanya bisa bersabar sambil mendengar cerita-cerita dari rombongan yang ikut kesana termasuk suami saya :)

Ibadah di Raudah sendiri adalah Sunnah. Pahala dan doa yang kita panjatkan akan sangat makbul karena Raudah merupakan salah satu tempat mustajab. Oleh karena itu banyak jemaah dari berbagai belahan dunia yang kadang nekat mengunjungi salah satu tempat suci ini. Tetapi jika untuk itu kita jadi menghalalkan segala cara seperti saling dorong, berdesak-desakan, saling sikut, jepit, injak atau paling parah berkelahi dan berbuat kasar kepada orang lain, tentu pada akhirnya kita hanya akan menambah dosa. Berdoa khusyuk saja belum tentu diterima, apalagi berbuat tidak baik. Wallahualam…

Yang jelas sebisa mungkin bila keadaan cukup baik untuk dilewati dan kita ada kesempatan (tentu semua atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala) maka kita adalah orang yang sangat beruntung karena mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Raudah. Tetapi jika kita tidak mendapatkan kesempatan untuk bisa sampai kesana seperti yang saya alami, tidak usah bersedih (jgn ky saya yang lebay ya, hehhe) karena bagi saya pribadi Masjid Nabawi semuanya adalah Raudah. Rasulullah SAW (dengan izin Allah SWT) akan membalas salam dan menyapa umatnya yang masuk masjid. Insyaallah, semua atas kuasa-Nya, jika kita berdoa dengan khusyuk dan baik hanya berharap dari-Nya percayalah pasti bisa terkabul. Aamiin….. :)

Biar ga terlalu panjang bahas tentang Raudah, insyaallah saya bakalan menuliskan posting khusus tentang Raudah berdasarkan informasi dari berbagai sumber termasuk suami dan keluarga saya yang umroh kali ini beruntung sekali dapat kesempatan mengunjungi Raudah.

IMG_6910Masjid Nabawi saat Subuh, payung masih menutup, blum terbuka ^_^

Oh, iya…. Orang Turki yang saya temui selama di Madinah ini ramah-ramah. Tidak jarang mereka menjaga saya maupun ibu saya yang bertubuh kecil dari senggolan-senggolan jemaah lain yang sama-sama sedang beribadah. Saya dapat cerita dari ibu mertua sewaktu di Raudah. Ibu mertua saya ditolong oleh wanita Turki juga saat berdesak-desakan. Sehingga Ibu dan Mertua saya selamat dari injakan dan senggolan badan besar orang-orang dari berbagai belahan dunia.

Banyak sekali yang ingin saya ceritakan (3-4 hari di Madinah ini) panjang lebar seperti pada saat CITY TOUR MEDINA. Kami mengunjungi Mesjid Quba, dan Alhamdulillah dapat kesempatan shalat disana. Kemudian mengunjungi kebun kurma yang subur, ziarah Syuhada, dan ke Jabal Uhud. Terus rencananya kami akan ke percetakan Al-Qur’an. Namun sayang sedang tutup. Lalu kami pun mengunjungi Masjid Qiblatain dan Sab’ah (Khandak).

IMG_7064Masjid Nabawi – Madinah saat malam warna corak payungnya jadi kebiru-biruan

Saya merasa banyak diberikan kemudahan oleh Allah SWT di tanah suci ini. Salah satu diantaranya yaitu pada saat saya kebingungan mencari apotik untuk membeli obat anak. Ketika itu saya sedang kalut dan tidak tahu harus mencari kemana dan tidak lama setelah saya berdoa dalam hati, saat itu juga apotik terpampang didepan muka seberang jalan yang sedang saya lewati….. ^_^ y

Rafa juga sangat sholeh (semoga seterusnya jadi anak yang sholeh ya :). Padahal anak itu lagi kurang enak badan, tapi tidak rewel sama sekali. Diajak kemanapun dengan riangnya Rafa masih sempat-sempat bermain dan akrab dengan sesama jemaah yang lain ^_^ V

Yaay ! I am a happy and very lucky mom! ^0^

Daan walaupun saya belum dapat kesempatan mengunjungi Raudhah, hati saya sungguh tenang dan bahagia sekali ketika menunaikan shalat fardhu di Mesjid Nabawi. Selama ini saya belum pernah merasa sedamai, se-khusyuk dan setenang saat shalat di Mesjid Rasullullah SAW sampai-sampai menitikan air mata saking terharunya (banyak inget dosa juga, hehehe :p)

By the way…. Bagi yang ingin berbelanja buat kebutuhan sendiri maupun oleh-oleh saya menganjurkan untuk belanja di Madinah saja. Soalnya agar di Makkah bisa fokus ibadah di Masjidil Haram. Selain itu harga di Madinah relatif lebih murah, seperti gamis, coklat, sajadah dll. Kecuali kalau mau beli kurma hijau (kurma yang masih mentah) lebih baik di Mekkah biar ga cepat busuk nanti kalau dibawa-bawa (kalau jadwal umrohnya madinah dulu terus mekkah). Shopping centre disekitaran Masjid Nabawi juga ternyata ada lumayan banyak loh, seperti H&M, Saha Shopping Centre, Bin Dawood shopping centre. Saya tidak sempat berkeliling ke dalam shopping centre, cuma lihat aja dari luar. Banyak juga pedagang kaki lima disepanjang jalan menuju Masjid Nabawi.

Mohon maaf sebesar-besarnya apabila yang saya ceritakan disini terdapat kesalahan dan kurang berkenan dihati. Untuk lebih jelasnya mengenai Makkah, Madinah dan RAUDAH serta tempat-tempat bersejarah ditanah suci lainnya silahkan baca di buku agama atau bisa juga googling. Tapi hati-hati untuk memilih sumber yang sudah terpercaya ya :)

IMG_6907

….Alhamdulillah, Makkah Al-Mukkaramah dan Madinah Al-Munawarrah selalu memiliki magnet rindu yang tidak akan pernah hilang kepada siapapun yang pernah mengunjunginya. Itu terjadi semua karena Allah Ta’ala. Labbaik Allahumma Labbaik …. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *