My First Umroh – Mekah

Berumrah dari Madinah al Munawaroh mengikuti jejak Rasulullah untuk melakukan ibadah umrah dari Madinah ketika beliau sudah menjadi penduduk Madinah al Munawaroh… ^_^

Hari Minggu pagi tanggal 3 Mei 2015, rombongan travel umroh kami checkout dari Hotel Madinah. Sedih sekali rasanya meninggalkan kota tempat tinggal Rasulullah SAW, apalagi meninggalkan Masjid Nabawi yang indah itu. Saya sampai tak kuasa menahan tangis saat bus dijalankan dan kami berdoa melihat pemandangan halaman Masjid Nabawi mulai menjauh.…. Huhuhuhu :'(

Umrah dari Madinah Al-Munawarrah kami dimulai dengan berihram/memakai pakaian ihram dari hotel. Namun baru mengambil Miqatnya pada sela-sela perjalanan saat singgah di Masjid Bier Ul Ali (Bir ‘Ali). Bier Ul Ali sendiri artinya sumur milik Ali. Menurut sejarahnya tanah disini sangat subur karena ada sumber air sumur yang melimpah. Lalu oleh saudagar Ali yang sangat kaya pada waktu itu, tanah dan daerah ini dibeli dan diberikan kepada umat Islam. MasyaAllah…. luar biasa ya ^_^

masjid bir ali

(gambar dpt dari googling secara acak. Maaf ya, soalnya ga sempet photo-photo disini)

Masjid Bier Ul Ali (Bir ‘Ali) cukup besar dan modern dengan lokasi tempat di atas bukit dan mempunyai fasilitas kamar mandi dan kamar kecil yang cukup bagus. Pemandangan sekelilingnya juga bagus banget. Jamaah yang membawa kamera bisa berfoto-foto dengan latar belakang pemandangan yang bagus. Disini bagi yang belum berpakaian Ihram bisa mandi dan ganti pakaian Ihram, selanjutnya sholat Ihram dan niat Umrah.

Semua orang yang ingin dan akan melakukan Ibadah Umroh wajib berniat ihram ketika sampai di miqat/miqot. Bagi jemaah wanita yang sedang haid/berhalangan perlu juga berniat ihram di miqot. Kalau tidak berniat ihram maka harus membayar dam. Jika jangka waktu kedatangan haidnya diperkirakan akan panjang dan memakan waktu yang cukup lama dikhawatirkan tidak bisa suci sampai penerbangan pulang ke tanah air. Maka dianjurkan agar berniat ihram bersyarat ketika di miqot agar mudah bertahallul.

Saya diajari oleh Ustadz pembimbing dan niat bersyarat tersebut adalah seperti ini :

Aku berniat mengerjakan umrah dan berihram dengannya. Jika aku terhalang oleh hayangan syara’ maka ketika itu aku bertahallul karena Allah Taala…

Sebenarnya niatnya juga diucapkan dalam bentuk doa berbahasa Arab, tetapi mohon maaf dan mohon dimaklumi, ingatan saya sekuat ingatan gajah yang terkena amnesia, hehehe…. Terus takut salah nanti malah berabe. Saya kudu tanggung jawab, haduuuhh….. >_< Jadi yang diingatnya aja ya dalam bahasa Indonesianya kurang lebih seperti itu ^_^

Begitu rangkaian niat Ihram selesai, maka kita sudah langsung terikat dengan seluruh larangan Ihram dalam keadaan suci. Hindari larangan Ihram secara tidak sengaja misalnya cuci tangan pakai sabun, memakai wewangian, merokok dan lain-lain. Kita juga tidak boleh dengan sengaja mencabut rambut. Dihimbau agar hati-hati dalam membersihkan diri apabila hendak mandi atau melakukan aktifitas kamar mandi lainnya. Kecuali rambut tersebut terjatuh sendiri tanpa ada campur tangan kita. Sesungguhnya Allah maha mengetahui dan yang mengatur semua alam semesta beserta isinya… ^_^

Selain itu, kita juga harus menghindari hawa nafsu walaupun itu dengan pasangan sah nya masing-masing. Tempat duduk di bus pasutri harus dipisahkan. Kata Pak Ustadz “bisi ada ser-ser-an” disebutnya syahwat. Hehehe….. jangan lupakan dam-nya yaaa :D Dam itu sebutan untuk denda/sanksi yang harus dan wajib ditebus oleh kita apabila melanggar. Baik itu secara sengaja maupun tidak sengaja, contohnya seperti kelupaan cuci tangan pakai sabun, hehehehe…..

Keliatannya dan bayangan udah bakal ribet duluan, padahal setelah dijalani Alhamdulillah tidak ada kendala kok. Badan ngerasa nyaman sendiri. Dan keadaan berihram adalah keadaan dimana kita yang apa adanya. Pada dasarnya hikmah berihram itu dapat mengingatkan kita akan Hari Kebangkitan. Selain itu juga untuk mengendalikan jiwa dan bersikap rendah diri. Membersihkan diri dari sifat sombong, karena bahwasannya harta benda maupun makhluk hidup di alam semesta ini merupakan ciptaan dan milik Allah SWT. Keadaan berihram juga bisa menumbuhkan sikap kebersamaan, solidaritas, kesederhanaan dan menjauhi sikap berlebihan serta merasakan apa yang dirasakan oleh orang fakir miskin dan lain-lain.

Silahkan mencari tahu lagi pada sumber yang terpercaya (seperti buku agama, tanya pak Haji, dll) lebih dalam tentang sejarah, etika, larangan-larangan pada saat ihram haji dan umroh dan lain sebagainya. Disarankan juga agar menjaga lisan/ucapan sekaligus perbuatan. Dilarang ada rasa dendam, irihati apalagi dengki. Buat ibu-ibu juga (termasuk saya nih :p) jangan dulu bergosip ria ya, biar ibadah umrohnya bisa diterima dengan baik dan tidak menjadi sia-sia nantinya. Aamiin….. ^_^

IMG_7057

(waktu di bus sama Rafa, hehehe :D)

Perjalanan dari Madinah Al-Munawarrah ke Makkah al Mukaromah cukup jauh dan usahakan istirahat yang cukup. Pemandu umroh travel kami menyarankan untuk banyak zikir dan baca doa atau Talbiyah supaya perjalanan kami semua selamat serta selalu dilindungi oleh Allah SWT. Sepanjang perjalanan saya merasakan batin yang terenyuh, mengingat kami akan tiba di tempat – dimana semua umat muslim dari seluruh penjuru dunia berkumpul untuk menunaikan ibadah yang merupakan perintah dari Yang Maha Kuasa. Subhanallah…. tidak jarang saya pun sempat terisak jika mengingat hal itu.

Alhamdulillah ditengah perjalanan salah satu panitia travel kami yang stay di Mekkah berbaik hati memberikan sebagian rezekinya untuk mentraktir rombongan kami makan siang. Saya dan keluarga jadi tambah pengalaman makan di rest area yang ada di tengah gurun pasir. Hohoho, mantafff! Memang rezeki gakan kemana ya :D

Begitu terpananya kami ketika bus sudah memasuki wilayah Kota Mekkah. Berbeda dengan kota Madinah yang datar, sudah separuh kami jelajahi kemarin. Tanah suci Kota Mekkah didominasi pegunungan bebatuan yang besar-besar dan tinggi-tinggi. Terlihat bangunan-bangunan kokoh yang didirikan diatas gunung batu keras. Lalu banyak hotel-hotel berderet. Padahal jarak ke hotel tempat kami menginap di dekat Masjidil Haram itu masih ada beberapa kilometer lagi. Tetapi jajaran hotel dan penginapan sudah mulai tampak. Kata panitia jika bulan-bulannya Haji, hotel yang jaraknya 3-4 kilometer saja sudah penuh dibooking oleh jamaah. Uwwoow banget!

Rombongan tiba di Hotel Mekkah pukul 15.30 (sore). Kami langsung istirahat sambil beres-beres mempersiapkan untuk umrah wajib yang pertama. Alhamdulillah, beruntung sekali adik saya sudah beres haidnya. Tidak seperti saya, jadwal haidnya masih baru dan sepertinya akan berakhir agak lama…. :'(

Jadi setelah sholat Isya berjamaah di Mesjidil Haram, semua rombongan melaksanakan ibadah wajib umroh yang utama, seperti Thawaf, Sa’i dan Tahallul.

Jika di Kota Madinah kita dimanjakan oleh kekhusyuan ibadahnya, beda lagi kalau di Mekkah ini. Bisa dibilang ibadah di Mekkah ini adalah ibadah fisik. Mengapa disebut begitu? Karena jika jemaah sudah tidak memungkinkan untuk melafal doa-doa saat umrah maka hal itu bisa ditolerir asalkan ibadah umroh wajibnya terlaksana dengan baik seperti Thawaf, Sa’i dan Tahallul. Kita juga diperbolehkan untuk membawa buku bacaan. Dan jika tidak sempat melafalkan doa-doanya, lalu keadaan yang mendesak karena susahnya bergerak pada saat Thawaf (mengelilingi Ka’bah) kita diperbolehkan untuk berzikir saja sambil tetap mengelilingi Ka’bah sebanyak yang diperintahkan. Tapi jangan mentang-mentang ada keringanan begitu lantas kita yang masih kuat dan muda-muda ini (ciee muda….) beralasan untuk tidak melafalkan doa-doa saat ibadah umroh ya. Itu hanya untuk keadaan darurat seperti orang tua yang renta serta sakit saja… ^_^

Sedih rasanya ditinggal oleh rombongan yang hendak melaksanakan umroh wajib yang pertama. Huhuhu…. Saya hanya bisa berdoa dengan sungguh-sungguh semoga haid saya ada jeda waktunya. Sehingga di malam berikutnya bisa melaksanakan wajib umrah.

Pada Hari Senin tanggal 4 Mei 2015 saya yang masih dalam keadaan berihram (sedangkan yang lain sudah bebas karena mereka sudah melaksanakan wajib umroh pertama) beserta rombongan melakukan City Tour Mekkah. Kami semua mengunjungi Jabal Nur, Jabal Rahmah, Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Ngomong-ngomong soal Padang Arafah, nama Presiden pertama Indonesia, Soekarno sangat harum di Arab Saudi. Itu karena beliau menggagas penghijauan di Padang Arafah. Konon Soekarno pula yang memilihkan jenis tanaman, hingga menyiapkan sebuah tim penghijauan di Arafah. Dan ternyata gagasan tersebut berhasil. Sebagian dari padang tandus dengan permukaan batu cadas nan gersang berhasil dihijaukan.

Ketika itu Raja Fahd sangat berterima kasih dan mengabadikan nama “Pohon Soekarno” untuk pohon-pohon yang sekarang menghijaukan areal Arafah tersebut. Di Indonesia, jenis pohon yang ditanam di Arafah itu dinamakan pohon mimba. Selain daunnya berkhasiat untuk mengobati diare, pohon ini juga sangat tahan hidup di daerah tandus. Bahkan dalam suhu udara yang panasnya ekstrem sekalipun. Ada yang menyebut nama pohon soekarno itu berjenis mindi. Pohon mindi dan mimba memang berasal dari rumpun yang sejenis.

IMG_7103

Pohon ini tahan hidup di padang pasir. Untuk mendukung pertumbuhan pohon itu, dibawa pula tanah subur dari Indonesia dan Thailand. Untuk penyiraman, di bawah tanah dipasang pipa air dan setiap pohon mendapatkan satu keran air sendiri. Panas terik udara padang pasir Jazirah Arab paling tidak akan terkurangi dengan kesejukan dari pepohonan yang tumbuh di Arafah. Daaannn….. berkat perawatan dan pengembangan yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi, pohon soekarno saat ini tidak hanya tumbuh di Arafah. Di sejumlah kota, seperti Madinah dan Mekkah, pohon ini juga tumbuh tersebar di pelosok kota. Di jalan-jalan utama kota suci itu, pohon soekarno bahkan telah menjadi pohon penghias jalan. Beberapa tahun lagi, pohon-pohon itu tentu akan menyejukkan para pemakai jalan. Subhanallah sekali ya…. Terima kasih Pak Sokearno. Kau telah mengharumkan nama Indonesia tercinta. Padang Arafah sendiri merupakan miniatur atau simbolisasi Padang Masyar, tempat pengadilan manusia kelak.

Saya dapatkan info Pohon Soekarno ini dari penjelasan Ustadz pembimbing dan tambahan dari blog-blog protal berita hasil googling. Soalnya kadang suka lupa sama penjelasan detailnya, hehehe… Maaf ya harap maklum. Mudah-mudahan infonya bermanfaat.

Sedikit cerita tentang Jabal Rahmah yang disebut-sebut punya kisah pertemuan antara Adam dan Hawa. Sejarah dan pemandangan yang terlihat dari Jabal Rahmah sudah mampu mencuri perhatian jamaah haji dan umrah. Bahkan, terdapat monumen tempat bertemu keduanya. Alhasil banyak diantaranya yang salah paham dan menyalahgunakan monumen tersebut sebagai tempat pengaduan. Banyak yang percaya, jika berdoa minta jodoh di Jabal Rahmah maka permintaannya cepat dikabulkan. Padahal Monumen di Jabal Rahmah itu berbeda dengan Hajar Aswad. Monumen itu hanyalah ciptaan manusia. Jadi kita sebagai umat Islam yang beriman tidak boleh memanjatkan doa kepada benda tersebut.

Jika ingin berdoa di Jabal Rahmah cukup berdoa dengan khusyuk kepada Allah SWT sambil menghadap arah kiblat yaitu Ka’bah. Dari Jabal Rahmah, arah kiblat bisa ketauan berkat menara zam-zam tower yang tinggi. Jangan menghadap monumen ya, karena monumen itu bukan arah kiblat. Tanpa mengurangi rasa hormat dihimbau agar jangan ikut mencoret-coret tugu Adam dan Hawa di sana. Kita harus menghormati dan ikut merawat semua tempat yang kita kunjungi. Apalagi tempat tersebut adalah tempat bersejarah. Kalau mau cukup dengan berfoto saja, itu sudah jadi kenang-kenangan tak terlupakan.

IMG_7052

(Masjidil Haram kala itu ^_^)

Setelah menjelajahi hampir semua tempat bersejarah dengan bus di Mekkah, kami singgah di Mesjid Zironah/Jaranah/Ji’ronah untuk miqot umrah kedua (sunnah bagi yang sudah melaksanakan wajib umroh pertama kemarin). Kalau saya ga boleh ambil miqot karena sudah waktu di Mesjid Bir ‘Ali. Alhamdulillah perjalanan lancar dan kami sudah kembali ke hotel pada pukul satu siang untuk melaksanakan sholat Duhur.

Daaannn lagiii sujud syukur kepada Allah SWT, doa saya dikabulkan-Nya. Siang ini saya dikasih jeda haid. Setelah mandi besar (masih dalam keadaan berihram) saya langsung meluncur menyusul jamaah yang hendak melaksanakan Umrah kedua agar bisa berbarengan waktu wajib umrahnya. Bagi saya ini adalah wajib umrah pertama.

IMG_7130 Begitu banyak hal yang ingin saya ceritakan, tetapi susah sekali diungkapkan. Singkatnya, setelah saya melaksanakan semua kewajiban ibadah umroh, jiwa dan raga saya seperti di charge kembali. Segar banget…. Sesegar kepala suami saya yang sudah dicukur habis wajib umroh, hahaha… XD

Hari selanjutnya rombongan kami berkunjung ke museum Ka’bah dan peternakan unta. Di Museum Ka’bah kami semua diberi Al-Quran masing-masing 1. Rafa juga kebagian deh… :D Rafa happy banget waktu jalan-jalan di sekitar peternakan unta. Rombongan juga sempat ke Mesjid terapung Jeddah yang dekat dengan laut merah saat istirahat shalat Duhur.

(beberapa hasil jepretan iseng di Museum Ka’bah dan Red Sea – Jeddah)

IMG_7135 IMG_7136

padahal udah di rotate tapi tetep aja miring-miring gambarnya, maafkan akuuhhh :'(IMG_7138 IMG_7139 IMG_7140 IMG_7141 IMG_7142 IMG_7143

Raudhah IMG_7157 IMG_7181Beres dari city tour Mekkah – Jeddah, kami istirahat dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan Thawaf Wada’ malam hari. Alhamdulillah, Allah kasih saya kesempatan untuk melaksanakan Thawaf Wada’ di jam ‘jeda’ haid lagi. Sujud syukur bangeetttt!

Thawaf Wada’ ini bisa dibilang merupakan penghormatan terakhir pada Masjidil Haram. Jadinya thawaf ini adalah amalan terakhir bagi orang yang menjalankan haji/umrah sebelum ia meninggalkan Mekkah, tidak ada lagi amalan setelah itu. Sebuah momen yang paling berat kami rasakan. Momen perpisahan dengan Baitullah ini membuat kami semua larut dalam suasana sedih bercampur haru dengan penuh harap dan doa semoga Allah SWT memberi kesempatan bagi kita untuk dapat datang lagi suatu saat ke Baitullah, baik untuk berhaji maupun umrah. Aamiin…. :’) Dan akhirnya Rafa bisa ikut rombongan Thawaf. Alhamdulillah saat Thawaf Rafa sangat excited, soalnya waktu itu di Mekkah sedang masa pembangunan jadi banyak Tower Crane yang bikin dia terkagum-kagum. Heehehe, maklum Rafa masih batita… ^_^

IMG_7253

Setelah itu kami semua bergegas membereskan perlengkapan dan bersiap untuk pulang ke tanah air pada dini hari. Bagi yang telah selesaikan menunaikan seluruh manasik, diharuskan untuk tidak berlama-lama lagi di Mekkah dan segera pulang dan kembali pada keluarganya. Dengan demikian Insyaallah akan mendapatkan pahala yang besar dan kata Pak Ustadz pembimbing inilah yang biasa dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. :)

Alhamdulillah rombongan kami tiba ditanah air pada hari Jumat tanggal 8 Mei 2015 dan semuanya selamat, tidak kurang suatu apapun. Malah nambah barang bawaan oleh-oleh dari Madinah, Mekkah, Jeddah dan Dubai pas transit, heehehehe….. :p

Mohon maaf sebesar-besarnya apabila yang saya ceritakan disini terdapat kesalahan. Jika ada sesuatu yang terlewat akan saya tambahkan nanti. Untuk lebih jelasnya mengenai Makkah, Madinah dan RAUDAH serta peraturan tata cara ibadah umroh & haji plus tempat-tempat bersejarah ditanah suci lainnya silahkan baca di buku agama atau bisa juga googling. Tapi hati-hati untuk memilih sumber yang sudah terpercaya ya :) Akan lebih baik kalau tanya langsung ke Pak Haji/Kyai/Ustadz terdekat yang sudah berpengalaman ^_^

….Alhamdulillah, Makkah Al-Mukkaramah dan Madinah Al-Munawarrah selalu memiliki magnet rindu yang tidak akan pernah hilang kepada siapapun yang pernah mengunjunginya. Itu terjadi semua karena Allah Ta’ala. Labbaik Allahumma Labbaik …. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *