Dear husband,

Today I write a love letter, a romantic essay for you… this is about my feeling for you. Although, our marriage isn’t the picture perfect love romance, I were luckiest people in the world. Our beginning wasn’t the most romantic, but it was a moment I will forever cherish. Let’s travel back 11 years ago, when our eyes first met over a crowded gramedia merdeka street. At that moment, It was like no one else was at the there…. Sounds lebay right? Hahaha…

Time Stood still.

I was troubled when you met me, you were too. We lit up each other’s paths and guided each other out from the darkness. You helped heal me in ways no one else could. You were my savior, and I yours.

You weren’t like any of the others, you were unique. You were everything I could have wished for and more!

I took your hand and I never let go…

Things were never picture perfect. We just allowed ourselves to believe so.

Our Marriage is more than romance fairytale. Is about conquering the roughest of rides. About learning from the mistakes we make along the way. About loving someone unconditionally, through the good times and the bad.

Our marriage is far from perfect. But I love you from the deepest depths of my heart for the sake of Allah Subhanahu Wa Ta’ala…

Kebiasaan saya menulis surat cinta untuk suami itu pakai Bahasa Inggris bukan karena pengen keliatan keren. Sebenarnya karena malu banget kalau nulis pake Bahasa Indonesia. Walaupun grammarnya banyak yg salah, tapi setidaknya mengurangi tingkat rasa malu dalam diri. Hehee…
Tapi ga lama kemudian saya dapet balasan dari suami saya yang ada di kantor. (Suami ngantor di rumah, tepatnya di lt. 2)

“Jangan yang ini.”

Kata suami dichatroom telegram.

“Bentar…” kata dia.

Tiba-tiba aja dia datang, saya kira mau menghampiri, tapi cuman lewat terus langsung ke arah tempat kontainer barang-barang nampak grasak-grusuk cari sesuatu. Enggak lama dia kasih sebuah buku warna pink yang agak berdebu ke saya.

Saya langsung ngeuh. Oh ini kan scrapbook bikinan saya buat hadiah anniversarry 3 taunan yang lalu. Terus dia masuk ke kantornya lagi.

Dia reply chattingan saya dan bilang bahwa dia paling suka sama buku handmade buatan saya tadi. Nyuruh saya posting itu aja untuk NHW minggu ini. Duh, saya jadi malu sekaligus terharu, hehehe….

Aduh Typo parah, harusnya Lovely jadi Lively ^_^; *tepokjidat*

 

Dia juga minta saya posting video tulisan saya pas beliau milad. Silahkan di klik untuk play videonya :)

 

Lalu Suami bilang begini di chattingan

“Perasaan mah kaget, soalnya gak tau mimih bikin gituannya (scrapbook) kapan. Kedua, terharu. Soalnya aku lebih ngehargain sesuatu yang mimih buat ketimbang apa yang mimih beli. Ketiga, deg-degan wae baca suratnya mimih, hahay…”

Demikian reportase saya mengenai surat cinta untuk suami :D

Selanjutnya saya akan menjabarkan tentang potensi anak-anak.

Anak pertama saya namanya Rafa, panggilan afa. Anak laki-laki usia 5 tahun. Sekolah TK di Sekolah Alam. Afa dari usia 2 tahun hingga sekarang konsisten menyukai laba-laba. Dia paling suka long leg spider dan water spider. Cita-citanya ingin jadi orang yang selalu berhubungan dengan laba-laba. Entah itu peneliti atau peternak.

“Yang penting ada laba-labanya mih.” Gitu katanya.

Sekarang afa lagi aktif ekskul robotik. Ingin buat robot laba-laba kaki panjang. Rafa paling pintar kalau menggambar laba-laba, main lego atau berhubungan dengan bongkar pasang. Kalau mengerjakan lego dan menggambar dia tekun sekali.

Lain halnya mengerjakan aktifitas lain, Rafa tidak pernah bisa diam. Dia termasuk tipikal anak kinestetik. Paling senang menyentuh, merasakan, dan memegang sesuatu. Menyukai kegiatan yang membuatnya terus bergerak dan bekerja. Lebih memilih untuk menunjukkan daripada menjelaskan sesuatu. Dapat mempelajari sesuatu dengan tangan secara lebih baik, suka mencoba segala sesuatu sendiri. Hanya saja rentang perhatian pendek. Jadinya afa susah sekali untuk fokus dalam waktu yang agak lama.

Anak kedua saya berbanding terbalik dengan anak pertama. Anak kedua saya perempuan balita usia 2 tahun, panggilanya risha. Risha sangat feminine. Dia senang masak-masakan, bermain boneka, menggambar, berkaca, menyanyi dan menari. Seperti anak perempuan pada umumnya. Risha bisa dibilang anak yang sangat kuat daya fokusnya, sampai-sampai saya sebagai ibunya kadang susah kalau memanggil dia kalau lagi bermain sendiri. Risha sangat suka makan. Karena masih kecil Risha sangat menempel pada saya.

 

Berbicara mengenai potensi diri sendiri mungkin saya termasuk orang yang belum sepenuhnya mengenali hal tersebut secara tepat. Tetapi saya senang melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan tulisan dan gambar. Apalagi kalau saya bisa membantu suami dalam pekerjaannya. Saya sendiri dahulu sempat berkarir di dunia fashion. Tetapi dengan caranya sendiri Allah SWT membukakan hati saya untuk memlebarkan jalan lain yang lebih bermanfaat untuk keluarga kami, yaitu menjadi manager suami dalam pekerjaannya serta menjadi ibu yang baik bagi anak-anak di rumah. Saya pun menyukai hal ini.

 

Keluarga kecil kami tinggal di lingkungan yang cukup nyaman. Dari tahun 2013 kami tinggal dirumah hasil membangun sendiri. Sejak kami tinggal, tetangga kami selalu bersikap baik dan seperlunya. Lingkungan tempat kami tinggal bisa dibilang tingkat individulitasnya tinggi. Namun, jika ada musyawarah warga atau acara gotong royong seperti bersih-bersih dan membuat umbul-umbul 17 agustusan, Alhamdulillah semua ikut andil. Kami sekeluarga berusaha sebaik mungkin menjalani kehidupan bermasyarakat dan bertetangga. Alhamdulillah selama kami hidup berkeluarga tidak ada yang menyulitkan. Kami belum tahu untuk memberikan kontribusi spesial apa kepada lingkungan tempat kami tinggal, yang jelas kami selalu berusaha untuk melaksanakan dan mematuhi aturan bermasyarakat dengan baik.

Demikian NHW saya kali ini. Semoga apa yang saya tulis dapat diterima dengan baik oleh Fasilitator.

Salam hangat,

Nita Puspitasari

Matriks IIP 6 Bandung 3 no absen 29

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *






This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.