Nyinyirin Hijabers (Another Self-reminder)

Di internet banyak yang repost quotes bagus salah satunya yang seperti :

“Be Sure to Taste Your Word Before You Spit Them Out”

Mungkin quote yang itu yang cocok dipost saat ini setelah saya banyak melihat (hampir tiap saat) fenomena media social yang sungguh sangat disesalkan, karena di mata umum, tidak jarang kebanyakan public figure itu selalu terlihat salah walau bagaimanapun yang dia kerjakan. Berbeda hal nya dengan public-enemy ya, itu mungkin saya akan bahas lain kali, di lain waktu (alias kapan-kapan, hehehe).

Jangankan public figure, saya saja yang bukan siapa-siapa kadang tetap saja kebagian dicemooh.

Keberadaan Hijabers Community juga sering jadi sasaran empuk tukang nyinyir di sosmed.

Sebelumnya saya benar-benar sangat berterima kasih kepada para Hijabers Community untuk jerih payahnya menggantikan trend pakaian mini (saat itu demam hotpants) menjadi trend pakaian tertutup. Tentu sangat akan lebih baik jika bisa juga memenuhi kaidah-kaidah syar’iyah-nya. Hanya saja kekurangan pastilah ada dalam diri masing-masing orang dan diperlukan proses perbaikan yang berkelanjutan. Kesadaran berjilbab saja sudah merupakan sebuah keputusan dan prestasi luar biasa menurut saya. Apalagi mereka telah membantu membuat saya pribadi merasa bangga mengenakan hijab dengan penuh percaya diri dan lebih bisa diterima oleh masyarakat luas, tentu dalam arti positif ya :)

Dengan semangat saya mengikuti beberapa desainer hijabers dan celeb wanita yang cukup berpengaruh dan sangat menginspirasi banyak orang. Tapi sayang, ya itu tadi, gara-gara saya follow beberapa account yang sudah terkenal dengan prestasinya otomatis saya juga jadi suka baca sindiran-sindiran yang menurut saya kurang pantas dikemukakan.

Anyway, ini hanya opini saya pribadi…. (unek-unek dari orang biasa saja)
Sebenarnya berjilbab dengan model apapun itu terserah pribadi masing-masing. Saya akui juga memang diantaranya banyak yang kadang menyeleweng dari aturan dan saya pun pasti seringkali melakukan hal yang tidak bisa disebut benar. Hanya saja yang menjadi salah adalah jika harus menyalahkan orang lain. Sibuk mencari kesalahan orang lain tidak akan membuat kita menjadi lebih baik darinya.

Ada quote :

“Menegur jangan sampai menghina,

mendidik jangan sampai memaki,

meminta jangan sampai memaksa,

memberi jangan sampai mengungkit.”

 

Walaupun rata-rata orang yang di cemooh itu pemaaf dan tidak mempermasalahkan, tapi kita tidak pernah tau bagaimana perasaan yang sesungguhnya. So, Be careful with your words. Once they are said, they can be only forgiven, not forgotten….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *