Raudah

Sebagaimana janji saya di postingan sebelumnya (Madinah) saya ingin mencoba membahas salah satu tempat istimewa, yaitu Raudah secara khusus. Bahasan saya dapat dari berbagai sumber, seperti blog, internet, termasuk dari suami dan orang tua, serta teman-teman jemaah yang sangat beruntung dapat mengunjungi salah satu tempat suci ini.

Secara bahasa “raudah” berarti kebun atau taman. Sedangkan yang dimaksud Raudah di sini adalah suatu tempat yang berada di antara mimbar dan makam Muhammad SAW. Tempat ini selalu digunakan oleh Nabi SAW untuk melakukan shalat sampai akhir hayat beliau.

Jamaah mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kekhusyukan beribadah sekaligus berusaha berada di Raudah sebagai tempat yang mustajab. Tetapi perjuangan untuk berada di Raudah tidaklah ringan. Hal itu disebabkan karena jumlah jamaah yang mencapai ratusan ribu bahkan jika waktu haji bisa sampai jutaan. Semuanya memperebutkan tempat tersebut. Sedangkan luas Raudhah hanya sekitar 22x15m tidak sebanding dengan banyaknya jamaah yang ingin masuk. Jadi, untuk mencapai Raudah sangatlah sulit. Tempat istimewa yang mempunyai sejarah tersendiri akan terus menjadi rebutan jamaah dari berbagai negara.

Karena tempat ini sangat istimewa, maka disunnahkan untuk beribadah dan shalat di Raudah Nabi SAW. Selama jemaah berada di Madinah, sebaiknya memanfaatkan waktu untuk selalu melaksanakan shalat lima waktu di masjid Rasulullah SAW dan berniat i’tikaf setiap memasuki masjid Nabawi. Dianjurkan juga untuk mendatangi Raudah dan shalat serta berdo’a disana.

 

Raudhah

Raudah terletak di bagian kiri Selatan masjid, kurang lebih 5 m di belakang Mihrab Imam (sholat fardhu) Masjid Nabawi. Raudah mempunyai karpet yang menjadi ciri/pembeda di antara karpet yang ada di masjid Nabawi. Warna dominan karpet Raudah adalah hijau (hijau agak putih/soft), warna yang sangat berlainan dengan karpet Masjid Nabawi secara keseluruhan yang berwarna merah. Kalau kita menghadap ke selatan, Raudah secara fisik terletak disebelah kanan dari makam Rasulullah. Disana juga ada Mihrab Nabi. Dulu Rasulullah selalu jadi Imam di Mihrab ini. Sekarang masih dipakai kalau sholat Jumat. Lalu Mimbar Utama. Kalau sholat Jumat mimbar ini masih dipakai ceramah oleh Khatib dan tangga menuju tempat Muadzin.

raudah3

(pintu gerbang Raudah khusus jamaah laki-laki)

Raudhah terbuka sepanjang siang untuk jamaah pria kecuali malam. Sementara untuk jamaah wanita hanya terbuka tiga kali sehari setelah shalat shubuh, shalat dhuhur dan shalat isya. Kalau siang-siang bakalan sulit mencapai Raudah karena sudah penuh sesak dengan jamaah. Meskipun begitu saat pagi menjelang sekitar 2.30 pagi pas pintu masih tertutup dapat dipastikan sudah banyak orang yang berkerumun disitu menunggu pintu dibuka. Subhanallah sekali ya…

raudah2

(jalan masuk Raudah untuk laki-laki)

Pokoknya jangan sekali-sekali ke Raudhah tanpa ditemani rombongan atau teman. Soalnya kita tidak tau bahaya apa yang akan terjadi jika tidak ada yang menjaga sewaktu beribadah disana. Hati-hati ya bro and sis…. Biasanya orang akan berlarian seperti dikejar-kejar atau sprint menuju Raudah begitu pintu dibuka. Sebenarnya jika Allah berkehendak dengan jalan cepat juga masih bisa dapat tempat yang enak dan bisa khusuk sholat diarea Raudah. Jangan lupa sujud syukur kalau udah bisa ke Raudah. Hehehe…

Meskipun sangat dianjurkan untuk beribadah di Raudah tetapi ada beberapa hal yang perlu diingat oleh kita semua salah satunya adalah sama halnya seperti mencium Hajar Aswad di Ka’bah, ibadah di Raudah adalah Sunnah (biarpun pahala dan doa kita sangat makbul). Jadi jika untuk itu kita jadi menghalalkan segala cara seperti saling dorong, berdesak-desakan, saling sikut, jepit, injak atau paling parah berkelahi dan berbuat kasar kepada orang lain, tentu pada akhirnya kita hanya akan menambah dosa. Berdoa khusyuk saja belum tentu diterima, apalagi berbuat tidak baik. Wallahualam…

Sebisa mungkin bila keadaan cukup baik untuk dilewati dan kita ada kesempatan (tentu semua atas izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala) maka kita adalah orang yang sangat beruntung karena mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Raudah. Tetapi jika kita tidak mendapatkan kesempatan untuk bisa sampai kesana seperti yang saya alami, tidak usah bersedih (jgn ky saya yang lebay ya, hehhe) karena bagi saya pribadi Masjid Nabawi semuanya adalah Raudah. Rasulullah SAW (dengan izin Allah SWT) akan membalas salam dan menyapa umatnya yang masuk masjid. Insyaallah, semua atas kuasa-Nya, jika kita berdoa dengan khusyuk dan baik hanya berharap dari-Nya percayalah pasti bisa terkabul. Aamiin….. :)

raudah1

(photo diambil oleh kamera ponsel suami saat di Raudah)

Kemudian, sedapat mungkin jangan blok Raudah sampai lama. Kita harus ingat bahwa masih banyak orang yang ingin juga ibadah dan berdoa di Raudah. Setelah selesai ibadah dan doa, bergantianlah atau berikan tempat kita kepada orang yang sedang menunggu giliran. Kalau perlu saling menjaga selama sholat dan berdoa. Soalnya situasi di Raudah sangat rawan karena himpitan atau terinjak-injak. Disamping kita bisa menambah doa sambil berdiri. Kita juga dapat berharap Insya Allah diberi tambahan pahala karena memberi tempat dan melindungi orang yang beribadah. LILLAHI TA`ALA

Bagi jemaah wanita khususnya dari Indonesia, karena berbadan kecil, kita biasanya mendapat perlakuan khusus dan akan dikelompokkan dalam group untuk orang-orang yang berbadan kecil (jemaah Asia Tenggara). Kemudian biasanya bisa mendapat kesempatan yang terpisah dari jemaah wanita yang berbadan besar seperti jemaah Turki, Afrika, India dll. Manfaatkanlah kesempatan ini, karena ini sangat aman dan Insya Allah bisa khusyuk beribadah dan berdoa. Tetapi jika group besar untuk badan kecil sudah tidak ada, coba gabung sama grup Turki. Biasanya baik-baik dan mau melindungi jemaah wanita yang badannya kecil, anda akan dimasukkan ketengah group mereka. Kadang kalau yang sudah agak tua tidak bisa bahasa Inggris, tetapi kebanyakan dari jamaah wanita Turki sangat ramah-ramah.

Tambahan (saya dapat dari blognya wayofmuslim.wordpress.com), untuk jemaah pria dan wanita dari Indonesia yang berbadan rata-rata kecil, sangat-sangat disarankan untuk tidak memotong atau melawan arus pada saat mau masuk atau keluar dari Raudah, apalagi ikutan himpit-himpitan dan mencoba bergandengan dalam grup. Ini sangat berbahaya karena jika ketemu gandengan grup yang badannya lebih besar dan kuat, kita pasti terpelanting dan resikonya adalah terinjak-injak. Ingat disamping beribadah kita kan juga perlu memikirkan keselamatan diri agar bisa pulang ke Indonesia dengan selamat dan menjadi Haji yang mabrur.

Jika terpaksa berhimpit-himpitan carilah jemaah lain yang badannya tinggi besar, posisikan dia di depan anda dan pegang bahunya (mereka pasti tidak marah) bikin formasi kayak kita main kereta-keretaan atau ular-ularan jaman kita kecil dulu. Usahakan kedua tangan selalu dalam posisi di atas.

Kenapa demikian? karena kalau kita ada apa-apa orang disebelah kita siapapun dia akan gampang narik tangan kita untuk penyelamatan. Sebagian besar jemaah di tanah suci pada prinsipnya selalu mau membantu jemaah lain yang sedang kesulitan tanpa memandang siapapun itu. Dan tentu saja kalau anda banyak menolong orang dan berbaik hati pada sesama jemaah (siapapun dia) pasti bayarannya kontan – anda akan banyak ditolong dan diberi kemudahaan oleh orang lain.

Pengalaman suami saya saat masuk Raudah adalah dia tidak bisa berhenti menitikan air mata saat mengunjungi Makam Rasulullah. Entah kenapa tiba-tiba aja begitu. Apalagi saat membayangkan bagaimana beliau melewati hari-harinya memperjuangkan agama Islam disana. Yang diingat hanya Allah SWT, Rasulullah Saw dan dosa-dosa yang teramat banyak, katanya sambil tersenyum. Hehehe, manis banget :’)

Mohon maaf sebesar-besarnya apabila yang saya ceritakan disini terdapat kesalahan. Untuk lebih jelasnya mengenai RAUDAH atau RAUDHAH, teman-teman bisa googling lengkapnya. Banyak teman-teman blogger yang sudah jadi jamaah juga sharing tentang cara masuk ke Raudah. Saya kurang bisa mendeskripsikan, maaf ya. Soalnya belum sempat masuk sih, hiks-hiks :(

Lalu mengenai lebih lanjut sejarah serta pengetahuan tentang Makkah, Madinah serta tempat-tempat bersejarah ditanah suci lainnya silahkan baca di buku agama atau bisa juga googling. Tapi hati-hati untuk memilih sumber yang sudah terpercaya ya :)

….Alhamdulillah, Makkah Al-Mukkaramah dan Madinah Al-Munawarrah selalu memiliki magnet rindu yang tidak akan pernah hilang kepada siapapun yang pernah mengunjunginya. Itu terjadi semua karena Allah Ta’ala. Labbaik Allahumma Labbaik …. :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *