Why Worry When You Can Pray? (Edisi Takut Melahirkan dan Bagaimana Mengatasinya)

Tiap kehamilan tentunya tidak akan sama. Sebagaimana keluhannya. Bisa banget berbeda-beda.

Zaman Rafa masih dikandungan, Alhamdulillah tidak ada masalah yang berarti. Proses persalinannya pun normal dan terbilang cukup singkat juga cepat. Hanya badan bayi yang agak kecil. Tapi semua baik-baik saja. Bunda bisa baca ceritanya disini :)

Sedangkan dari pertengahan hamil kedua ini sudah terbaca kalau posisi bayi saya selalu sungsang. Tiap USG, debaynya nggak pernah terlihat di posisi yang benar. Dan entah kenapa di kehamilan kedua ini banyak sesuatu yang mengganjal seperti pikiran jelek tentang keadaan bayi yang kelilit atau tali pusar pendek sehingga debay-nya ga bisa menuju posisi siap di jalan lahir. Padahal DSOG selalu menjawab tidak ada apa-apa tiap saya tanya tentang masalah bayi di kandungan.

IMG_1829

Sepanjang trisemester terakhir kehamilan saya berusaha untuk terus melakukan senam hamil dan gerakan/terapi knee chest position secara rutin karena banyak ibu hamil (termasuk saya dulu waktu hamil pertama) yang sukses membuat balik ke posisi yang benar dan siap lahir secara normal.

Rupanya untuk kali ini saya salah perhitungan. Karena setelah memasuki usia kehamilan 37 minggu, keadaan kandungan saya tidak ada yang berubah. Di akhir 38 minggu kemarin saya memutuskan untuk mendatangi dokter fetomaternal. Dan ternyata saya dapat berita kurang mengenakan yang mengharuskan saya menyerah dan melakukan operasi caesar saja.

Kehamilan kedua saya ini terasa jauh lebih berat. Mau ga mau harus menyiapkan mental untuk melakukan persalinan SC. Saya ini adalah tipe orang yang sangat takut sama peralatan dokter dan meja operasi. Soalnya pernah tiga kali melakukan operasi besar dan selalu gugup. Rasa ketidaknyamanan kali ini lebih parah karena disertai fisik yang gampang drop ketimbang kehamilan yang pertama. Hasil USG yang bayi dengan posisi yang selalu tidak bagus membuat keadaan psikis saya agak terganggu. Saya jadi selalu gelisah. Tidak bisa fokus bekerja dan kebanyakan hanya bisa menghela napas panjang. Kepikiran tentang kondisi saya sendiri nanti pasca persalinan. Saya takut, akankah saya akan baik-baik saja seperti biasanya atau tidak?

Dari kejadian ini semua saya jadi bisa mengambil moral story yaitu, bumil harus banyak membaca tentang seluk-beluk persalinan baik normal maupun SC untuk jaga-jaga. Sebagai ibu hamil kita juga harus tahu kapan baiknya memutuskan untuk SC dan kapan bisa terus mencoba normal. Mengerti juga tentang prosedur menyiapkan mental, komplikasi umum yang terjadi jika ada persalinan dini, kontraksi dini dan lain sebagainya. Bukannya menakut-nakuti atau memlebaykan persoalan. Saya sudah merasa menyesal kemarin tidak buru-buru mencari second opnion ke dokter fetomaternal saat usia kandungan saya masih dibawah 6 bulan. Jadinya sekarang saya harus menerima nasib diomeli dokternya deh karena terlambat periksa, bayi saya sudah keburu besar banget dengan posisi terlilit tali pusar dan sungsang, hehehe….

Selalu ingat untuk jangan pernah sungkan mencari second opinion bila sekiranya kurang sreg dengan diagnosa obgyn yang biasa didatangi. Jangan kaya kasus saya yang bertahan karena sungkan. Padahal hati sudah tidak sreg dengan hasil yang diberikan…. huhu, nyesel deh! :(

Dan beberapa hal yang perlu digaris bawahi bunda bahwa penyulit persalinan seperti posisi bayi sungsang atau melintang, lilitan atau melilitnya tali pusat, dan lain-lain itu sebenarnya tidak berhubungan dengan aktivitas atau kegiatan ibu semasa hamil. Kata dokter sih begitu. Sementara faktor penyulit yang bersifat bawaan seperti kekentalan darah, panggul sempit, dan penyakit seperti diabetes dan hipertensi yang hanya timbul ketika hamil juga susah dihindari kalau secara riwayat keluarga memang ada keturunan. Namun bila hal ini diketahui sebelumnya, dapat dilakukan tindakan atau pemberian obat untuk meringankan gejala sehingga mengurangi bahaya yang ditimbulkan.

Jadi…. sekali lagi, selalu siapkan mental atas perubahan rencana mendadak dan tanamkan bahwa persalinan normal atau SC sama saja yang penting sehat dan selamat baik ibu dan bayi. Kehamilan dan persalinan merupakan situasi yang diluar kontrol manusia. Sampai saat ini belum ada yang bisa dilakukan selama kehamilan yang dapat menjamin persalinan nanti bisa normal.

Terkadang omongan dari segelintir pihak bikin kita stress sendiri. Padahal keadaan bumil yang Rileks sangat berperan penting dalam lancarnya proses persalinan. Gimana mau rileks, kalo bumil dipaksa untuk lahiran normal, padahal kondisi jannin tidak memungkinkan. Salah-salah malah membahayakan bagi keduanya. Tolong nanti di bicarakan saja baik-baik sama orangnya. Kalau ga cuekin saja selama kita tidak merugikan siapapun. Okey Momsss… ;)

Pada persalinan normal, keadaan rileks itu dapat membantu keteraturan kontraksi. Sedangkan pada SC, rileks menjaga stabilnya detak jantung dan tekanan darah sehingga memperkecil kemungkinan komplikasi.

Terkadang Gabung dengan para mom-to-be lain yang hamilnya seumuran itu bisa menguntungkan dan merugikan loh moms…

Menguntungkannya adalah kita dapat saling sharing tentang perkembangan kehamilan dan melihat rekan seperjuangan satu persatu lulus memiliki bayi yang sehat dan sempurna. Saling memberi semangat dan mengurangi kekhawatiran selama kehamilan dan menjelang persalinan karena mengetahui banyak yang mengalami hal serupa. Dan seringkali juga membantu mengalihkan pikiran dari ketakutan yang sebeneranya kurang rasional. Biasalah ibu-ibu suka lebay. Apalagi pas hamil. Hehehe…..

Sedangkan hal yang merugikannya adalah ada beberapa diantaranya orang yang berpotensi bikin gregetan juga. Hormon yang tidak menentu ibu hamil itu bisa membuat seperti PMS selama sembilan bulan. Kebayang ga sih, PMS yang cuman hitungan hari aja menyebalkan. Ini harus dirasain selama berbulan-bulan. So, sedapat mungkin hindari aja interaksi dengan oknum-oknum yang komentarnya suka bikin parno. Kalau dibaca bikin sepet mata…. Haaa!

Dua kali hamil ternyata tidak membuat saya lebih ‘dewasa’ menghadapinya ya :D

Intinya sih, fokusin aja pikiran kebayi yang sudah ditunggu-tunggu dan tumbuh dalam diri kita selama berbulan-bulan.

Untuk para bumil selamat menjalani proses kehamilan dan semoga di persalinannya nanti bisa berjalan dengan mulus dan lancar ya :) Ibu dan bayi sehat selalu serta dapat menjalani proses penyembuhan yang cepat, Aamiin….. ^_^

Akhir kata, terus berusaha menjalani proses persalinan normal itu bagus, tetapi perlu dipertimbangkan juga kondisi si bayi. Karena kita harus tetap waspada akan kemungkinan penyulit persalinan yang bisa timbul kapan saja secara mendadak. Bila usaha sudah maksimal dan belum berhasil jangan salahkan diri sendiri karena semua di luar kontrol kita. Depresi juga tidak baik untuk janin ya moms :) Seperti yang kita semua tahu, bunda hanya bisa berencana sedangkan proses persalinan cuma Tuhan yang tahu…. :)

So, Why Worry When You Can Pray?

Hehehehe….. Edisi mengasihani diri sendiri… Wish me Luck yes Mommiessss ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *